Komisi IV DPRD TTS: Kami Tidak Malu Belajar Dari Kabupaten Malaka

oleh -1.843 views

Betun,  LikuraiOnline.com —- Rencana Studi bamding RSUD Soe ke RSUPP Betun,  Kabupaten Malaka sempat menimbulkan tanda tanya bagi sebagian kalangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS,  Religius Usfunan dalam sambutannya pada gala dinner Rombongan Tim Kaji Banding Akreditasi Rumah Sakit RSUD Soe dan Komisi IV DPRD Soe bersama Bupati Malaka di kediaman Bupati Malaka,  Senin (06/05/2019).

“Begitu tahu RSUD mau studi banding di Malaka,  banyak orang bertanya,  kenapa harus ke Malaka?

Kami hanya menjawab bahwa untuk belajar tidak harus lihat usia tetapi lihat keberhasilannya. Kalau Malaka sudah berhasil,  kenapa kita malu berguru di Kabupaten Malaka? Makanya kami datang. Kami tidak malu belajar dari keberhasilan di RSUPP Malaka”,  ujar Religius.

Karena itu,  kepada tim akreditasi RSUD Soe,  Religius berpesan agar memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk belajar tentang kiat-kiat bagaimana bisa mencapai kesuksesan yang sudah diraih RSUPP Betun.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar supaya kalau suatu saat kita ke Jakarta,  kita bisa dapat banyak bintang seperti yang sudah di terima Malaka.

Dan yang lebih penting dari itu, adalah bagaimana bisa berdampak pada  peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat”,  tambah Religius.

Bupati Malaka,  dr. Stefanus Bria Seran,  MPH mengungkapkan,  keberhasilan yang sudah dicapai RSUPP Betun bukan hasil mimpi semalam,  tetapi melalui proses belajar dan perjuangan yang panjang.

“Mereka sudah belajar banyak ke berbagai rumah sakit yang sudah lebih dulu berhasil di Jawa dan Bali.

Kita siapkan tim pakar untuk mendampingi mereka, baik dari Universitas Gajah Mada maupun Propinsi.

Pemkab Malaka sebagai pemilik rumah sakit selalu mensuport dengan menyediakan fasilitas, baik gedung, peralatan maupun sumber daya manusia”, papar Bupati Malaka.

Bupati Malaka menambahkan, kunjungan kaji banding ini tidak lantas menjadi pihak RSUPP tersanjung, tetapi bisa memjadi motivasi untuk tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kunjungan ini hendaknya menjadi cambuk untuk mempertahankan keberhasilan yang sudah diraih.
Dan yang lebih penting, bagaimana mengimplementasikan apa yang tertuang dalam dokumen akreditasi demi pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat”, pungkas Bupati Malaka. *(john germanus)