Jalan Sabuk Merah Sektor Timur Perbatasan RI – RDTL Nyaris Putus

oleh -1.776 views

Betun,  LikuraiOnline.com —-  Ruas Jalan Sabuk Merah Sektor Timur Perbatasan Republik Indonesia – Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) nyaris putus  akibat longsor.

Kerusakan terparah terjadi di Dusun Lalimaren,  Desa Alas dan batas Desa Alas dan Desa Alas Utara,  Kecamatan Malaka Timur,  Kabupaten Malaka.

Warga masyarakat sekitar lokasi longsor dan warga pengguna jalan kepada media ini mengaku,  longsor yang menyebabkan putusnya ruas jalan tersebut terjadi sejak beberapa minggu lalu.

“Tidak ingat persis,  tapi terjadi ketika hujan turun terus-menerus sejak desember 2018 sampai dentab pertengahan bulan Februari”,  kata Vinsensius Mali diiyakan warga lain.

Warga berharap, kerusakan jalan tersebut segera diatasi karena agar tidak menghambat aktifitas warga. Karena ruas jalan yang dibangun pemerintah pusat tersebut sangat membantu warga.

Pantauan media ini, kerusakan terparah terjadi di dua titik, dengan jarak antara dua titik tersebut kurang lebih 100 meter.

Titik pertama terletak di Dusun Lalimaren, Desa Alas. Di titik ini, badan jalan ambrul total dengan panjang sekitar 20 meter.

Kondisi tanah bergerak dan belum stabil walaupun sudah ditimbun untuk dapat dilewati kendaraan maupun pengguna jalan dan masih terus terjadi longsoran.

Titik kedua persis di batas Desa Alas dan Desa Alas Utara. Di titik ini, longsoran menyisakan 1 meter aspal.

Karena itu, kendaraan roda 4 yang melintas harus keluar bahu jalan.

Sementara dibeberapa titik lain terdapat beberapa retakan yang berpotensi longsor, misalnya di depan SDN Auren, Desa Alas Selatan.

Di beberapa titik lain, terdapat jebolan penopang tebing. Ini misalnya tebing di depan Pos TNI Auren.

Material batu dan pasir serta sampah lain berhamburan di badan jalan akibat hujan.

Untuk info, pembangunan jalan sepanjang 179,99 KM menghubungkan Motaain di Kabupaten Belu dan Motamasin di Kabupaten Malaka.

Jalan ini pembangunannya dimulai tahun 2015. Sampai tahun 2018, total jalan yang sudah hotmix mencapai 83 Kilo Meter dengan alokasi anggaran pemerintah pusat melalui APBN. Di tahun 2019 rencana hotmix 45,5 KM dan 15 buah jembatan.*(jgs/user)