HA’MIS Batar Di Kampung Adat Rabasahain, Ritual Syukur Atas Panen Jagung

oleh -2.659 views

Besikama,LikuraiOnline.com —- Ha’mis Batar adalah ritual mensyukuri panen jagung muda yang lasim di kalangan masyarakat adat Malaka dan Belu.

Dalam ritual Ha’mis Batar tersebut, warga membawa hasil  jagung terbaik dari kebunnya ke rumah adat untuk dipersembahkan kepada leluhur.

Katuas Nuak, pemangku rumah adat Kakaluk Abanat, Kampung Makbalin, Rabasahain ketika ditemui di selah-selah Ha’mis Batar tersebut, Minggu (24/3/2019) mengungkapkan, ritual ini merupakan kekayaan leluhur yang wajib dipertahankan dan diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.

Nuak menuturkan,  ritual tahunan tersebut mengandung makna sakral sekaligus sosial kekerabatan.

“Pada saat-saat seperti ini kita-kita yang masih hidup ini bersatu dengan nenek moyang dan sanak kerabat yang sudah meninggal dunia dan juga Sang Pemberi kehidupan.

Kita bawa hasil kebun kita sebagai lambang syukur kepada leluhur dan juga Sang Pemilik kehidupan untuk panenan jagung”,  ujar Nuak.

Selain ucapan syukur, ritual ini sekaligus dimaksudkan untuk memohon restu dari para leluhur dan berkat dari Sang Khalik untuk kehidupan di tahun yang datang.

Tradisi tahunan ini, tambah dia, merupakan kesempatan untuk mempersatukan seluruh keluarga yang tersebar ke mana-mana sesuai profesi dan pencahariannya.

Untuk info, Kampung Adat Rabasahain, Desa Rabahasahain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka dilanda kebakaran besar November 2015.  Pemerintah Kabupaten Malaka, melalui Dinas Sosial menata ulang kampung adat tersebut dengan dana 15 Juta Rupiah per rumah.*(jgs/user)