Gelar Pose Model Tenun Ikat, Komunitas Model Feto Mane Malaka Ungkap Kekayaan Budaya Malaka

oleh -4.864 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Komunitas Model Feto Mane Malaka atau Model Community Feto Mane Malaka menggelar Pose Model Tenun Ikat Malaka di Bukit Tubakai, Dusun Wemalae Atas, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kamis 06/06/2019).

Kepada wartawan, Ketua Model Community Feto Mane Malaka Nur Ayu Widiyaning Tyas disela kegiatan tersebut mengungkapkan, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendukung dan melestarikan budaya Malaka.

“Pose model ini kita beri tema, “Budaya dan Alam”. Tujuan dari pose model tersebut sebagai bentuk kepedulian dan untuk pelestarian dan pengembangan seni budaya Kabupaten Malaka”, ungkap Tyas.

Menurut Bunda Tyas, demikian sapaan akrabnya, selain memperomosikan dan melestarikan kain tenun Malaka pihaknya juga Ingin memberikan ruang kepada para creator di Kabupaten Malaka untuk mengolah seni budaya daerah,.serta mengasah kreatifitas dan pola berfikir pemuda Kabupaten Malaka dalam mengembangkan seni budaya.

Bunda Tyas mengaku dengan berbagai pengalaman yang ia miliki di bidang seni, khususnya Model dan Seni Teataer, dirinya ingin memperkenalkan Seni Budaya Kabupaten Malaka kepada masyarakat Umum hingga mancan Negara, menciptakan rasa memiliki dan mencintai seni budaya Malaka pada masyarakat dan menjaga, melestarikan serta mengembangkan seni budaya Kabupaten Malaka sebagai identitas Bangsa Indonesia.

“Kami ingin merangkul putra dan putri daerah untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan seni budaya. Menciptakan rasa memiliki dan mencintai seni budaya sebagai Identitas Bangsa Indonesia kepada masyarakat”, ujarnya.

Bunda Tyas menilai, Seni budaya merupakan suatu karya yang diciptakan oleh pendahulu yang di dalamnya banyak mengandung nilai, makna, dan filosofi.

Maka dari itu, lanjut Bunda Tyas sudah seharusnya kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya kita agar tetap ada serta menjadi identitas bangsa ini .

Oleh karena itu, dirinya bersama rekannya Yacinta Dewi Suri Astuti dan Pisto Bere membentuk suatu komunitas “Model Commmunity Feto Mane Malaka” bergerak bersama Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Malaka, Demi pelestarian dan perkembangan seni dan kebudayaan di Indonesia khususnya Seni dan budaya Malaka.

“Di Kabupaten Malaka sendiri yang berbatasan Langsung dengan Negara Timor Leste, terdapat berbagai macam kesenian, dan karya –karya seni seperti Tenun, seni musik, seni tari, kerajinan tenun, dan seni rupa yang cukup terkenal dan menjadi Identitas bagi masyarakat malaka diantaranya, tarian likurai, tarian bidu, tarian tebe, musik elele, orkessuling bambu, tenunan, rumahadat, dan lain sebagainya”, kata dia.

Bunda Tyas menambahkan, kedepan pihaknya ingin menyelenggarakan event kegiatan seni budaya berupa festival dengan berbagai pertunjukan daerah, seperti Tarian Likurai, Tarian Bidu, Suling Bambu, Tarian Gong (Tala)Tebe, Tarian Konteporel, Tarian Perang, Model Kain Tenun/ Fashion Show Kain Tenun, Tarian Kolaborasi dengan musik Etnik Nusantara.*(john germanus)