Evaluasi Capaian Program TB Tingkat Kabupaten Malaka, 301 Kasus Dalam Pengobatan

oleh -1.213 views

Betun, LikuraiOnline.com — Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Karena itu, cakupan penemuan kasus TB perlu ditingkatkan agar seluruh pasien TB dapat diobati.

Namun, pencapaian eliminasi TB memerlukan komitmen kuat dari segenap jajaran pemerintah dan dukungan seluruh lapisan masyarakat didukung ketersediaan sumber daya, sarana dan prasarana yang cukup.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik ketika membuka dan membawakan materi pada Evaluasi Capaian Program TB Tingkat Kabupaten Malaka di Aula Susteran SSpS Betun, Rabu (11/12/2019).

Menurut drg. Paskalia, ada beberapa masalah dalam penanganan kasus TB di Kabupaten Malaka, antara lain, Sumber Daya Manusia TB masih banyak yang belum terlatih dan kurang terampil, masih merangkap program, dan masih ada SDM TB yang sudah tua; Logistik TB yang sering terlambat masuk; Kurangnya KIE; Belum adanya DPPM; Kurangnya Dana sehingga kegiatan yang dilakukanpun terbatas; Masih kurangnya pemanfaatan TCM; Masih banyak fasyankes yang medannya sulit dijangkau; dan Belum adanya KOPI TB di malaka.

“Terhadap permasalahan tersebut, ada beberapa solusi, seperti, meningkatkan penemuan kasus secara aktif, masif dan pasif intensif; Perlu kerjasama lintas program dan lintas sektor dalam penemuan kasus; Harus dilakukan sosialisasi secara rutin tentang bahaya dan resiko TB kepada populasi yang rentan; Kolaborasi TB – HIV harus semakin ditingkatkan; dan Rencanakan sosialisasi penggunaan SITT of line ke Puskesmas dan rumah sakit”, jelas Kepala Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan menambahkan, total kasus TBC di Kabupaten Malaka sampai Desember 2019 adalah 301 kasus yang sedang diobati, yang menyebar di wilayah kerja 20 puskesmas yang ada di Kabupaten Malaka.

Evaluasi Capaian Program TB Tingkat Kabupaten Malaka tersebut melibatkan Pengelola Program TB di 20 Puskesmas dan Kader, dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Malaka, dan juga Dinkes Provinsi NTT.*(john germanus)