El Tari Memorial Cup 2019 Dalam Bingkai Panca Program Unggulan SBS – DA

oleh -1.576 views

(Catatan Harian Seorang Jurnalis)
John Germanus Seran — Wartawan LikuraiOnline.com

Dalam suatu kesempatan diskusi tidak resmi, seorang sahabat melemparkan pertanyaan yang kurang lebih seperti ini, “Apa keuntungan menjadikan Malaka tuan rumah Turnamen El Tari Memorial Cup 2019? Apa tidak sebaiknya anggaran puluhan milyar untuk penyelenggaraan ETMC dimanfaatkan untuk pembangunan kantor pemerintahan?

Dalam tulisan sebelumnya ni (baca: Konsep Cerdas SBS Di Balik Perhelatan Akbar El Tari Memorial Cup, LikuraiOnline.com 20/06/2019), telah saya singgung beberapa point yang hemat saya merupakan alasan cerdas kenapa seorang Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), MPH menawarkan Kabupaten Malalaka menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan ETMC ke – 29, tahun 2019.

Dalam catatan kali ini, saya coba mengajak pembaca yang budiman untuk melihat bagaimana SBS menempatkan penyelenggaraan ETMC 2019.

Dalam suatu kesempatan, seorang wartawan bertanya kepada SBS mengenai besaran anggaran yang diperuntukkan bagi penyelenggaraan ETMC 2019.

“Anggarannya Ratusan Milyar Rupiah. “, jawab SBS kala itu. Jawaban SBS ini membuat kami semua berpikir, benarkah demikian? Untuk apa saja anggaran sebesar itu?

“Coba hitung saja, anggaran hotmiks jalan lingkar Besikama berapa, anggaran hotmiks ruas jalan Besikama – Sukabilulik berapa, anggaran hotmiks jalan Weliman – Biufukfoho berapa, anggaran pembangunan Puskesmas berapa, anggaran untuk hasilkan beras, sayur dan buah-buahan berapa, anggaran untuk rehap gedung sekolah berapa dan seterusnya”, lanjut SBS.

Ketika menawarkan Malaka jadi tuan rumah ETMC dan disetujui, Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah komando SBS telah merumuskan beberapa kebijakan pembangunan untuk mensukseskan penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menariknya, pada hemat saya, semua kebijakan SBS tersebut selalu bermuara pada kepentingan rakyat Malaka dan selalu berjalan dalam kerangka Panca Program Unggulan SBS – DA (alm).

Di Bidang Kesehatan, misalnya, SBS punya konsep bahwa kesehatan merupakan satu bagian tak terpisahkan dari suatu penyelenggaraan turnamen sepak bola. Jasa medik sangat dibutuhkan sewaktu-waktu di lapangan sepak bola. Dan sebagai tokoh senior di dunia kesehatan di NTT ini, SBS tentu tidak ingin Malaka malu jika suatu ketika pelayanan medik terhadap para kontingen yang membutuhkan tidak memuaskan.

Maka SBS membangun dunia kedehatan Malaka, baik sarana prasarananya maupun SDMnya. Di sekitar Lapangan Umum Kota Betun, terdapat Puskesmas Kota dan RSUPP Betun. Di sekitar Stadion Mini Kobalima, ada Puskesmas Namfalus dan Puskesmas Alas. Dan di sekitar Lapangan Umum Besikama ada Puskesmas Beaikama dan Puskesmas Weoe. Faskes-faskes tersebut telah diakui mutu pelayanannya dan siap melayani para peserta turnamen jika dibutuhkan.

Dari segi SDM, para perawat dari 20 Puskesmas se-Malaka dibekali dengan keterampilan menangani kasus darurat melalui BTCLS atau pelatihan penanganan kasus kegawatdaduratan.

Kebutuhan pangan para kontingen peserta ETMC tentu tidak bisa dilepaskan dari sumbangsi pembangunan di bidang pertanian. Tidak tanggung-tanggung, sayur-sayuran dimasukkan ke dalam prioritas program RPM tahun ini dengan maksud menyuplai sayuran untuk kebutuhan kontingen ETMC. Dan ini, tentu tidak bisa disangkal manfaatnya untuk masyarakat Malaka.

Di bidang infrastruktur, ada banyak hal yang dibangun dalam rangka penyelenggaraan ETMC. Saat ini, rakyat Malaka boleh berbangga dengan kehadiran tiga lapangan sepak bola yang bagus, yang sekaligus boleh dimanfaatkan untuk tempat hiburan dan sarana kegiatan publik.

Lapangan Besikama dengan panggung yang bagus, Lapangan Betun dengan panggung dan penerangan super wow untuk kegiatan di malam hari. Stadion mini Kobalima yang megah di bibir pantai. Semua ini menjadi aset yang akan dinikmati rakyat Malaka sampai anak cucu. Demikian juga akses jalan menuju tiga lokasi penyelenggaraan ETMC, semua sudah bagus.

Di bidang pendidikan, SBS punya konsel cerdas bagaimana membangun MCK yang layak untuk sekolah, juga merenovasi gedung sekolah sambil mengukir sejarah menyiapkan penginapan gratis bagi semua kontingen ETMC. Sambil menyiapkan penginapan gratis tersebut, Pemkab Malaka akan membantu banyak lembaga sosial dan Gereja melalui sumbangan tempat tidur yang disiapkan untuk kontingen. Muaranya, untuk kebaikan rakyat juga.

Sambil menyiapkan penginapan dan MCK tersebut, Pemkab Malaka pimpinan SBS sekaligus menyediakan air bersih bagi sekolah-sekolah, yang notabene menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak Malaka. Muaranya, untuk rakyat Malaka juga.

Semua itu dibangun Pemkab Malaka atas prakarsa SBS untuk memberikan yang tetbaik bagi penyelenggaraan turnamen ETMC. Tetapi tidak bisa dopungkiri bahwa semua itu akan dinikmati oleh rakyat Malaka ke depannya.

Dalam bingkai Panca Provram Unggulannya, SBS telah merangkai sejarah menjadi penyelenggara terbaik dalam perjalanan ETMC. Dan semua tidak terlepas dari totalitas SBS untuk rakyat. “Kepentingan rakyat harus diprioritaskan”, kata SBS.*