Dikunjungi Bupati Malaka, Rosina Ngaku Hidupi Keluarga Dari Masak Garam

oleh -781 views

Betun, LikuraiOnline.com — Rosina Luruk, Warga Beirasi, Desa Rabasa Haerain mengaku menjalankan profesi sebagai pemasak garam tradisional di pesisir Beirasi secara turun-temurun dan menafkahi keluarganya dari profesi tersebut.

Pengakuan Rosina tersebut disampaikannya kepada Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dan Pejabat serta Staf Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang berkunjung ke gubuk pengolahan garam tradisional miliknya di Beirasi, Sabtu Siang (14/12/2019).

Kepada Bupati Malaka Rosina mengaku, garam yang dihasilkannya mampu laku dijual di pasaran dengan harga Sepuluh Ribu Rupiah per kilo gram.

Kepada Bupati Malaka dan rombongan, Rosina juga menjelaskan proses pengolahan garam tradisional, mulai dari pengerukan tanah endapan air laut, penylingan tanah, merebus air sulingan hingga penjemuran garam, sebelum akhirnya dillempar ke pasar.

Bupati Malaka yang mendengar penjelasan Rosina mengaku kagum dengan proses panjang yang harus dilewati hingga garam tiba di dapur dan tersaji di atas meja makan.

“Kerja baik-baik. Kita semua bangun daerah ini dengan cara kita masing-masing sesuai profesi kita”, pesan Bupati Malaka kepada mama Rosina.

Di lokasi tersebut, terhitung belasan gubuk pengolahan garam tradisional, namun kebetulan pada hari itu aktivitas para petani garam sepi berhubung persiapan kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke Kabupaten Malaka, yang mana lokasi pertemuannya hanya berjarak kurang lebih 1 Kilo Meter dari Lokasi pengolahan garam tradisional tersebut.*(john germanus)