Desa Kapitan Meo Ditata Jadi Perkotaan Baru

oleh -1.834 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Perjuangan dan penantian panjang warga Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laen Manen, Kabupaten Malaka untuk mendapatkan kesejahteraan melalui penataan kawasan pemukimannya akan segera membuahkan hasil.

Pasalnya, pilot project (proyek percontohan) penataan pemukiman yang sudah dimulai tahap perencanaannya sejak awal 2019 silam saat ini sedang dalam proses lelang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (NAKERTRANS) Kabupaten Malaka, Vincen Babu kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (12/3/2019).

Vincen Babu menjelaskan, 75 unit dari total 323 unit rumah yang akan dijadikan pilot project Satuan Pembangunan Pemukiman Pugar tersebut sedang dilelang dan akan dikerjakan tahun 2019 ini.

“Sumber dananya dari APBN. Tahap persiapannya sudah dilakukan sejak awal 2018. Kita sudah lakukaan survey dan pemetaan, jadi akan ada 200 unit yang dibangun di lahan terbuka, sedangkan sisanya adalah pemugaran”, tutur Vincen.

Kendatipun dipugar, jelas Vincen, kawasan pemukiman itu akan ditata ulang sehingga tersusun rapih sehingga menjadi pusat perkotaan baru.

Desa Kapitan Meo yang terletak di segitiga perbatasan Malaka, Belu dan Timor Tengah Utara tersebut akan dikembangkan menjadi sentra pertanian.

“Kapitan Meo itu letaknya pas di segitiga tiga kabupaten. Jadi hasil pertaniannya bisa dipasarkan ke Malaka, bisa juga ke Belu dan TTU”, tuturnya.

Terkait hal itu, Vincen menambahkan, saat ini sampel tanah Kapitan Meo sudah diambil dan sedang diteliti di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Hasil penelitian tersebut yang menentukan jenis komoditi yang akan akan dikembangkan di Kapitan Meo.

“Untuk menunjang program tersebut, akan dibangun juga 3 embung besar. Tahun ini sudah akan dibangun 1 embung”, pungkasnya.*(ama)