Dengan ADD, Pemdes Niti Di Rinhat Atasi Kesulitan Air

oleh -520 views

Betun, LikuraiOnline.com —– Kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Niti, Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka, alhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Tahun ini, melalui Alokasi dana Desa, Pemdes Niti berupaya mencarikan jalan keluar untuk mengatasi kesulitan warga di wilayah desa yang dipimpinnya.

Penjabat Kepala Desa Niti, Zaka Tahu, ketika ditemui disela kesibukannya memantau Sumber Air Webora, yang terletak di wilayah desa tersebut, Selasa (02/10/2019) mengungkapkan, pihaknya mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut dengan memeanfaatkan Sumber Air Webora yang menurut catatan warga, tidak pernah kering sepanjang tahun.

“Selama ini warga mengambil air dari sumber ini secara manual, baik dengan berjalan kaki atau bantuan sepeda motor. Tetapi memang agak susah karena letak sumber airnya di lereng, sementara pemukiman ada di ketinggian.

Karena itu, kita coba mencarikan solusi dengan menggunakan Dana Desa yang ada. Kita akan bangun bak penampung besar di sini lalu dengan bantuan pompa, airnya kita tarik ke atas baru kita sebarkan ke rumah-rumah warga”, terang Zaka.

Menurut Zaka, karena sumber air tersebut memiliki nilai keramat menurut kearifan lokal setempat, maka pihaknya sedang berkoordinasi dengan para pemangku adat dan warga setempat agar dilakukan ritual terlebih dahulu sesuai kebiasaan setempat sebelum pekerjaan tersebut dimulai.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Slomon Seran mengungkapkan, antara Pemerintah Desa Niti, tokoh adat dan warga setempat sudah ada kesepakatan bersama untuk menggelar ritual tersebut besok, Rabu (02/10/2019).

Slomon berharap, pembangunan yang akan dilaksanakan Pemerintah Desa Niti tersebut dapat menjadi solusi bagi kesulitan air bersih yang dialami warga, terutama pada musim kemarau deperti sekrang.*(john germanus)

Betun, LikuraiOnline.com —- Kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Desa Niti, Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka alhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Tahun ini, melalui Alokasi dana Desa, Pemdes Niti berupaya mencarikan jalan keluar untuk mengatasi kesulitan warga di wilayah desa yang dipimpinnya.

Penjabat Kepala Desa Niti, Zaka Tahu, ketika ditemui disela kesibukannya memantau Sumber Air Webora, yang terletak di wilayah desa tersebut, Selasa (02/10/2019) mengungkapkan, pihaknya mencarikan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut dengan memeanfaatkan Sumber Air Webora yang menurut catatan warga, tidak pernah kering sepanjang tahun.

“Selama ini warga mengambil air dari sumber ini secara manual, baik dengan berjalan kaki atau bantuan sepeda motor. Tetapi memang agak susah karena letak sumber airnya di lereng, sementara pemukiman ada di ketinggian.

Karena itu, kita coba mencarikan solusi dengan menggunakan Dana Desa yang ada. Kita akan bangun bak penampung besar di sini lalu dengan bantuan pompa, airnya kita tarik ke atas baru kita sebarkan ke rumah-rumah warga”, terang Zaka.

Menurut Zaka, karena sumber air tersebut memiliki nilai keramat menurut kearifan lokal setempat, maka pihaknya sedang berkoordinasi dengan para pemangku adat dan warga setempat agar dilakukan ritual terlebih dahulu sesuai kebiasaan setempat sebelum pekerjaan tersebut dimulai.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Slomon Seran mengungkapkan, antara Pemerintah Desa Niti, tokoh adat dan warga setempat sudah ada kesepakatan bersama untuk menggelar ritual tersebut besok, Rabu (02/10/2019).

Slomon berharap, pembangunan yang akan dilaksanakan Pemerintah Desa Niti tersebut dapat menjadi solusi bagi kesulitan air bersih yang dialami warga, terutama pada musim kemarau deperti sekrang.*(john germanus)