Bupati Malaka Panen Simbolis Bawang Merah RPM

oleh -1.002 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) dijalankan di Kabupaten Malaka dengan tujuan agar masyarakat Malaka yang berdiam di tanah Malaka yang subur berkelimpahan makanan.

Hal itu diungkapkan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH di hadapan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Malaka, Sekda Malaka dan Pimpinan Perangkat Daerah, Forkompimda dan warga yang hadir pada acara Panen Simbolis Bawang Merah Program Revolusi Pertanian Malaka di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Rabu (02/10/2019).

“Pikiran pertama ketika rakyat Malaka mempercayai saya untuk memimpin Malaka adalah semua warga harus punya kebun.

Tetapi pemerintah bantu rakyat olah lahan dengan peralatan modern. Maka atas kesepakatan dengan DPRD, kita jalankan program RPM ini”, ungkap Bupati Malaka.

Bupati Malaka menambahkan, sejak awal, Pemerintah Kabupaten Malaka mendapat dukungan yang luar biasa dari Tim Pakar RPM pimpinan Dr. Herry Kotta, yang nota bene berasal dari akademisi Universitas terbesar di NTT.

Bupati Malaka juga mengapresiasi kehadiran Ketua Sementara DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH dan 12 Anggota DPRD Kabupaten Malaka, yaitu Markus Bria Berek, Jemianus Koe, Petrus Nahak, Raimundus Seran dan Marcelina Febriyanti Fanu (Fraksi Partai Golkar), Hendrikus Fahik Taek dan Paulo Roberto Taruk (Fraksi PKB), Emanuel Wempi, Andreas Nahak dan Martinus Nahak (Fraksi Malaka Sejahtera), Beni Candradinata (Fraksi Partai Gerindra) dan Adrianus Nenometa (Fraksi Partai Nasdem).

“Selama ini, dalam kunjungan Bupati tidak ada anggota DPRD yang hadir sebanyak ini”, ujar Bupati Malaka.

Panen bawang merah di lahan milik petani
Agustina Seuk Kwaik dari Kelompok Tani Fini Katuas di Desa Lasaen tersebut, berdasarkan ubinan yang dilakukan saat panen, menghasilkan 11,1 Ton per hektar..

Hasil ini, menurut Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Herry Kotta, melampaui target yang ditentukan yakni 10 Ton per Hektar.

“Target kita 10 Ton per Hektar, sehingga kalau dijual dengan harga 10 Ribu per Kilo Gram maka akan menghasilkan 100 Juta Rupiah per Hektar”, jelas Dr. Hery.

Ikut hadir dalam panen simbolis bawang merah tersebut, Forkompimda, Sekda Malaka serta Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, para Kepala Desa dan warga sekitar.*(john germanus)