Bupati Malaka dan Uskup Atambua Tekankan Sinergitas Pemerintah dan Gereja Dalam Pembangunan

oleh -1.663 views

Betun, LikuraiOnline.com –— Roda pemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak mendapat dukungan dari Gereja.

Hal itu diungkapkan Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH dalam arahannya pada acara rekoleksi persiapan Paskah bagi Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Malaka yang dipimpin oleh Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr di Gereja St. Maria Fatima Betun, Jumad (15/3/2019).

Bupati Malaka mengapresiasi kehadiran gembala umat Keuskupan Atambua yang selalu hadir untuk memberikan peneguhan dan arahan kepada para pejabat dan aparatur negara di Malaka.

Menurut Bupati, Pesta Paskah dari perspektif pemerintahan selalu mengandung 2 makna, yakni pengorbanan dan Penyelamatan.

“Yang terpenting adalah mencerminkan kehidupan katolik dalam setiap keputusan dan kebijakan yang diambil.

Kehidupan Katolik yang dimaksud adalah Cinta Kasih, yang pada akhirnya mencerminkan kualitas hidup”, ujar Bupati.

Kualitas hidup tersebut, tambah Bupati, ditandai dengan perkataan dan tindakan yang menunjukkan kualitas pelayanan.

“Pejabat Katolik harus jadi contoh dan teladan. Sebagai aparat pemerintah, harus percaya diri dan taat”, tandasnya.

Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr mengapresiasi kinerja dan perjuangan Pemerintah Kabupaten Malaka untuk membenahi infrastruktur jalan di Kabupaten termuda di Nusa Tenggara Timur ini.

Uskup juga mengingatkan para pejabat dan aparatur sipil negara di Malaka akan pentingnya menggunakan hak suara dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa Indonesia.

“Politik bukan hanya hak tetapi sekaligus kewajiban dan tanggung jawab. Karena itu, kita harus menggunakan hak pilih kita. Karena dengan menggunakan hak pilih kita secara baik, kita ikut menempatkan pemimpin yang tepat dalam kegiatan pemerintahan”, ujar Uskup.

Sebaliknya, kata gembala umat Katolik tiga Kabupaten ini, jika tidak menggunakan hak pilih berarti kita tidak ikut ambil bagian dalam menentukan kesejahteraan bangsa lima tahun ke depan.

Mengutip Surat Gembala Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) tetkait Pemilihan Umum 17 April 2019, Uskup Dominikus mengatakan KWI menilai bahwa dua paket Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden peserta pemilu adalah putera-putera terbaik bangsa Indonesia.

Karena itu, lanjut Doktor Filsafat ini, seluruh Umat Katolik dihimbau dengan kesadaran penuh untuk tidak golput. Gunakan satu suara dengan baik untuk kepentingan bangsa lima tahun.

Hadir dalam rekoleksi tersebut, Asisten II dan Asiaten II Setda Malaka, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malaka, para pimpinan dan staf SKPD lingkup Pemkab Malaka serta beberapa Kepala Sekolah,*(ama)