Buka Whorshop Frambusia, Kadis Kesehatan: Frambusia Di Malaka Hampir Tidak Ditemukan Lagi

oleh -789 views
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik buka kegiatan di Aula Ramayana Hotel.

Betun, LikuraiOnline.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka membuka Whorkshop Frambusia yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kementerian Kesehatan RI melalui Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (B2TKL).

Workshop tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg. Paskalia Frida Fahik di Aula Ramayana Hotel, Rabu (18/09/2019).

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan mengungkapkan, Frambusia adalah Infeksi bakteri kronis yang memengaruhi kulit, tulang, dan tulang rawan. Frambusia paling sering memengaruhi anak-anak di daerah tropis.

“Penyakit ini sudah jarang ditemukan di Kabupaten Malaka. Terakhir disurvey 2 tahun lalu tetapi sudah hampir tidak ada”, ujar Frida.

Menurut Frida, Frambusia merupakan ceritera masa lalu yang cukup menyeramkan di era tahun 1980 ke bawah. Namun, kata dia, ceritera masa lalu tersebut sudah mulai membaik sejak dekade terakhir ini.

“Tahun 2004 silam, ketika saya masih bertugas di Puskesmas, masih banyak ditemukan, tetapi setelah diintervensi, mulai berkurang hingga saat ini”, tandas Frida.

Kegiatan Whorshop ini melibatkan 10 Puskesmas di Kabupaten Malaka, yang sudah dipilih secara acak. 10 Puskesmas tersebut adalah Biuduk Foho, Eekmidar, Weoe, Alkani, Namfalus, Seon, Nurobo, Besikama, Fahiluka dan Sarina.*(john germanus)