BPDAS HL NTT Siapkan 1 Juta Anakan Pohon Untuk Masyarakat

oleh -839 views
Kepala Seksi Evaluasi DASHL, Kludolfus Tuames, S.P

Kupang, LikuraiOnline.com— Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Benain Noelmina Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan 1 juta anakan pohon untuk masyarakat.

Anakan yang pohon yang disiapkan oleh BPDAS HL itu terletak di empat lokasi persemaian yakni di Kota Kupang, Pulau Sumba, Kabupaten Ngada dan Kabupaten Lembata.

“1 Juta anakan pohon yang kita siapakn di tempat persemaian akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” ungkap Kepala Seksi Evaluasi DASHL, Kludolfus Tuames, S.P, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (17/10/2019).

ia menjelaskan, apabila tidak ada pohon maka ketika musim hujan tiba air hujan tidak dapat diserap dengan baik yang mengakibatkan aliran air hujan tersebut terus terbawa menuju ke laut.

Oleh karena itu, tujuan disiapkan anakan pohon kepada masyarakat selain meningkatkan daerah resapan air juga agar masyarakat tidak kekurangan air di musim kemarau.

ia mengatakan, untuk mencegah hal itu terjadi dan demi kesejahteraan masyarakat, BPDASHL telah menyiapkan sebanyak 1 juta anakan pohon yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk selanjutnya ditanami.

Kludolfus Tuames megatakan  terkait distribusi anakan sudah mulai berjalan, namun mengingat kondisi cuaca yang masih panas maka BPDASHL mengurangi jumlah anakan pohon yang didistribusikan. Sistem distribusinya pihak BPDASHL mengutamakan respon dari masyarakat.

“Karena program ini sudah diketahui oleh masyarakat maka, pihak BPDASHL lebih mengutamakan respon dari masyarakat. Bagi masyarakat yang lebih cepat merespon dalam hal ini mengajukan permohonan maka akan dilayani BPDASHL berupa pemberian anakan pohon,”kata dia.

ia menambahkan, untuk persemaian yang ada di Kota Kupang akan melayani masyarakat Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.

“Sistem mobilisasi saat ini masih ditangani oleh pemohon. Akan tetapi untuk ke depannya pihak BPDASHL berencana akan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengunakan Dana Desa untuk membantu biaya operasional saat didistribusi anakan ke masyarakat,”katanya.. (Narty)