Berobat Bayar Pakai Foto Copy KTP, Warga Malaka: Terima Kasih Bapak SBS

oleh -3.272 views

Betun, LikuraiOnline.com —- Program layanan kesehatan gratis yang sudah dijalankan Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), mendapat apresiasi dari masyarakat Kabupaten Malaka.

Warga yang ditemui di Poliklinik Rumah Sakit Umum Penyenggah Perbatasan (RSUPP) Betun, Selasa (30/04/2019) menyatakan senang dan puas dengan salah satu program unggulan Bupati SBS dan Wakil Bupati Daniel Asa almarhum tersebut.

“Kami sangat senang, karena hanya bawa KTP saja kami sudah bisa berobat di sini. Padahal kalau mau bayar pakai uang, kami sudah tidak sanggup bayar karena kakak saya ini butuh perawatan yang berkelanjutan dan butuh waktu lama”, kata Maxi Bria, warga Wekmidar, Kecamatan Rinhat.

Benediktus Fahik, warga Desa Rabasa Biris, Kecamatan Wewiku mengungkapkan, sejak dirujuk dari Puskesmas Weoe, anaknya sudah menjalani kontrol dua kali kontrol ke Poliklinik RSUPP Betun, dan selama itu, dirinya hanya menyerahkan foto copy KTP sebagai persyaratan administrasi.

“Hanya kasih foto copy KTP saja. Tidak bayar pakai uang. Kami masyarakat kecil ini hanya butuh hal seperti ini”, tutur Benediktus.

Hal senada diungkapkan Martinus Seran, warga Maktihan, Kecamatan Malaka Barat. Bagi Martinus yang baru pulang dari perantauan di luar Timor, kebijakan layanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukkan foto copy KTP ini baru dialaminya di Malaka.

“Kalau di tempat lain, berobat dengan memanfaatkan asuransi atau jaminan kesehatan lain itu ada. Tetapi yang pakai KTP ini, saya baru lihat di Malaka.

Karena itu, harapan kami masyarakat kecil ini, program seperti ini harus dilanjutkan. Kalau nanti pemimpinnya baru terus kebijakan ini diberhentikan, lebih baik kita tetap dengan pemimpin yang sekarang”, tandasnya.

Secara terpisah, Frans Bere Lekik, sesepuh di Desa Besikama, Kecamatan Malaka Barat mengungkapkan, persoalan yang sangat urgen untuk ditangani di daerah ini adalah masalah pangan dan kesehatan.

Bagi pensiunan pegawai Kecamatan Malaka Barat dan mantan Kepala Desa Rabasa ini, selama pengabdiannya di tengah masyarakat, dua persoalan tersebut paling banyak dialami masyarakat karena tingkat ekonomi masyarakat rendah.

“Untuk makan saja sudah susah, apalagi uang untuk berobat. Ini situasi riil masyarakat kita.

Saya lihat, Bupati SBS ini menjalankan program-program yang langsung menyasar dua persoalan tersebut.

Revolusi pertanian Malaka, misalnya, langsung menjawab kebutuhan masyarakat akan makanan.

Berikut, layanan kesehatan gratis di semua fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas sampai Rumah Sakit, bahkan Rumah Sakit rujukan di Atambua dan Kupang, tentu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan”, ungkapnya.

Karena kebijakan-kebijakan yang pro rakyat ini, tambah Frans, kepemimpinan Bupati SBS patut diapresiasi dan dilanjutkan.

“Program-programnya bagus karena langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Terimakasih wa’in Ama Bupati SBS (Terimakasih Banyak Bapak Bupati SBS).*(john germanus)