Bahas Masalah Tenaga Kerja, Komisi III DPRD Malaka Kunjungi KKPPMP Regio Sumatera

oleh -857 views

Kota Batam, LikuraiOnline.com —– Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka yang sedang melakukan kaji banding di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau berkunjung ke Sekretariat Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Regio Sumatera di Kota Batam, Jumat pagi (08/11/2019).

Kehadiran Komisi III DPRD yang dipimpin langsung Ketua Komisi, Felix Bere Nahak, S.Pt diterima oleh Rm. Chrisanctus Paschalis Saturnus, Pr selaku Koordinator KKPPMP Regio Sumatera.

Kepada wartawan, usai pertemuan silaturahmi tersebut, Felix Bere Nahak mengungkapkan, kunjungan silaturahmi tersebut sesungguhnya di luar agenda resmi kaji banding, namun pihaknya menanggap penting guna mendiskusikan isu perdagangan orang yang kerap dialami warga perantau asal NTT pada umumnya dan perantau asal Malaka pada khususnya, di Kota Perbatasan tersebut.

“Kebetulan, dari ceritera yang kita dengar dari anak-anak Malaka yang ada di sini (Batam, red), bahwa Romo Paschalis bersama Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau sering membantu anak-anak kita yang mengalami masalah ketenagakerjaan di sini. Maka, secara spontan kita berinisiatif untuk bertemu dan berdiskusi tentang hal itu”, ungkap Felix.

Menurut Felix, Komisi yang dipimpinnya akan menyampaikan hal-hal yang dibicarakan dalam diskusi tersebut dalam forum resmi DPRD Kabupaten Malaka dan mengkomunikasikannya dengan Pemerintah Daerah agar bersama-sama memikirkan masalah kemanusiaan tersebut, minimal mendorong kebijakan yang menjadi solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Terlepas dari tugas dan tanggung jawab kita sebagai anggota dewan, karena persoalan ini adalah masalah kemanusiaan, maka kita punya kewajiban untuk menjadi agen untuk menyampaikan pesan kepada saudara-saudara kita di Malaka, supaya kalau mau bekerja di luar daerah atau luar negeri harus punya bekal.

Berikut, kita ajak saudara-saudara kita untuk mengembalikan martabat kita sebagai manusia; karena mencari kerja di negeri orang sangat berresiko, maka akan lebih bermartabat kalau bekerja di darah sendiri”, tambah Felix.

Menurut Felix, salah satu kebijakan yang dipandang positif terkait persoalan ketenagakerjaan yang kerap dialami para pencari kerja kita adalah pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mempersiapkan atau memberikan bekal kepada para pencari kerja.

Sebelumnya, dalam diskusi bersama Komisi III DPRD Malaka, Rm. Chrisanctus Paschalis Saturnus, Pr mengungkapkan, data yang dimiliki pihaknya, sejak tahun 2013 hingga saat ini, sudah ada 150-an orang tenaga kerja asal Malaka yang sempat ditangani Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP).

Romo Paschalis menjelaskan, sebelumnya, pihaknya memulangkan tenaga kerja yang mengalami persoalan di pasar kerja. Namun, langkah tersebut kemudian dianggap tidak terlalu efektif karena kebanyakan tenaga kerja yang dipulangkan ke daerah asal selalu kembali lagi dan mengalami masalah seperti yang dialamu sebelumnya.

“Maka, solusi yang kita pikirkan sekarang adalah menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK), baik di daerah asal tenaga kerja atau di daerah transit seperti Batam, yang bertaraf nasional dan internasional untuk mempersiapkan para tenaga kerja, mengingat tingginya angka pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja yang berubah dengan sangat cepat”, ungkap Romo Paschalis.

Romo Paschalis juga mengingatkan tentang pentingnya pendampingan khusus kepada para remaja atau masyarakat umum yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan melalui kampanye anti perdagangan orang melalui berbagai institusi pendidikan secara berjenjang atau institusi lain yang memiliki keterkaitan dengan masalah ketenagakerjaan.*(john germanus)