Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Menggelar FGD Penyusunan Inter Regional Input Output Tahun 2019

oleh -593 views

Kupang, LikuraiOnline.Com– Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Inter Regional Input Output (IRIO) atau tabel Input Output Tahun 2019 yang berlangsung di Ballroom Aston Kupang Selasa, (17/9/2019).

Kegiatan Penyusunan Tabel Input Output ini dihadari dan dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi NTT Cosmas D. Lana, S.H, M.Si didampingi Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik L. Benu M.Si, Ph.D, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia, S.E, M.Si, Ketua Dewan Pembina Daerah Real Estat Indonesia Provinsi NTT, Bobby Pitoby,

Asisten III Cosmas Lana, mengungkapkan bahwa sudah lama tidak ada tabel Input Output baik ditingkat lokal, kabupaten kota maupun ditingkat provinsi NTT.

“Sudah lama sekali tabel input autput ditingkat lokal, ditingkat kabupaten kota maupun ditingkat Provinsi,” katanya.

Lebih lanjut, Cosmas Lana menjelaskan secara terperinci bahwa pada tahun 2005 ada tabel input output tetapi hanya terdapat 33 sektor dan di tahun 2015 tabel input output diperbaharui dari 33 sektor menjadi 88 sektor ekonomi namun sampai saat ini belum dapat diperbaharui.

“Pada tahun 2005 yang lalu kita punya tabel input output tapi hanya 33 sektor. Kemudian ditahun 2015 tabel input output diperbaharui dari 33 sektor menjadi 88 sektor ekonomi. Dan sampai sekarang itu belum diperbaharui dan dilakukannya,”imbuh Cosmas Lana

Cosmas Lana juga mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi NTT sangat membutuhkan tabel input output terkait dengan kebijakan pembangunan di Provinsi NTT yang telah meletakan pembangunan pariwisata menjadi perioritas utama dari semua bidang pembangunan yang ada di Provinsi NTT.

Lebih lanjut, Cosmas kembali mengungkapkan bahwa kehadiran tabel input output sangat dibutuhkan terutama oleh perencana, karena hingga kini masih sangat sulit untuk menghitung jumlah kontribusi pembangunan Pariwisata bagi pertumbuhan PDRB.

Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di mainstreame GDP yang merupakan perhitungan ekonomi dari segi pendekatan moneter.

Lebih lanjut Fredrik memaparkan bahwa menurut ekonomi mainstream Pendapatan yang tinggi akan diikuti dengan pengeluaran yang tinggi pula.

“Pertumbuhan ekonomi berguna untuk menekan pengangguran dan mengurangi kemiskinan,”katanya.

Fredrik Nale juga mengatakan bahwa kesejahteraan sosial haruslah meningkat sejalan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, karena pertumbuhan akan bermasalah jika hanya menyediakan tingkat kecukupan kesejahteraan sosial.

Sememtara Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia, S.E, M.Si mengungkapkan bahwa Inter Regional Input Output mampu memberikan informasi mengenai struktur ketergantungan.

Lebih lanjut Maritje menambahkan bahwa
IRIO memberikan gambaran secara rinci keterkaitan antarwilayah dalam menunjang pembangunan nasional terutama dalam menyusun rencana dam evaluasi kebijakan secara terintegrasi yg berbasisi spesial.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai kalangan yakni instanti pemerintah, pelaku usaha, LSM, insa media serta tamu undangan lainnya.(til*)