Badan Pusat Statistik Provinsi  NTT Gelar Sosialisasi SP2020

oleh -987 views

Kupang,Likurai.Online Com–Badan Pusat Statistik Provinsi NTT menyelenggarakan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 dan Workshop Wartawan Menuju Satu Data Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sotis Kupang Kamis, 5/12/2019 itu  dihadiri oleh Pimpinan OPD lingkup Provinsi NTT, Jajaran Eselon III dan Eselon IV BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Media Cetak,Elektronik dan Online.

Kepala BPS Provinsi NTT Drs.Darwis Sitorus,MSi dalam sambutannya menguraikan bahwa Lahirnya perpres nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia merupakan babak baru dalam tata kelola data dan informasi statistik sektoral di Indonesia.

Jika sebelumnya statistik sektoral dikelola oleh masing-masing dinas/instansi, hadirnya perpres tersebut menuntut kita untuk berbenah, bekerja secara bersama dan terkoordinir untuk mewujudkan data yang lebih berkesinambungan, akurat dan terpadu.

BPS Provinsi NTT berkewajiban untuk melakukan pembinaan penyelenggaraan Satu Data Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna memberikan ketersediaan, keakuratan, kelengkapan dan kesesuaian data yang dibutuhkan berbagai pihak.

Selain itu, awak media baik media cetak,Elektronik maupun media online, selaku corong terdepan di minta untuk memainkan perannya dalam mewartakan data dan penyebarluasan informasi yang akurat, dengan interpretasi yang tepat, tidak multitafsir, mudah dipahami, berbobot, independent dan berimbang.

Sitorus menegaskan BPS Provinsi NTT selalu siap mendukung terwujudnya pengelolaan data sektoral yang tertata dengan baik.

Oleh karena itu, melalui momentum ini saya mengajak seluruh lembaga terkait, untuk mengaktifkan kembali pertemuan forum data baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai pijakan perbaikan kualitas penyajian dan penyebarluasan data sektoral sehingga tercipta pengelolaan dan pemberitaan data yang lebih baik.

Kepala Bidang Inflasi BPS Provinsi NTT Abdul Aziz dalam materinya mengenai peningkatan kualitas kuata Wisatawan mancanegara melalui metode positioning data menjelaskan bahwa Kondisi geografis dan prasarana yang belum memadai untuk memantau seluruh pergerakan manusia di perbatasan darat dan laut Indonesia menyebabkan data administrasi wisatawan mancanegara ke Indonesia (khususnya di perbatasan darat/laut) cenderung underestimate. Untuk mengurangi underestimate tersebut, BPS dan Kemenpar melakukan survei lapangan di perbatasan darat (Pos Lintas Batas) dan yang belum ada pencatatan imigrasinya/Non TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) sejak Januari 2016. Hasil survei ini digunakan untuk memperbaiki data tahun 2015 dan berlanjut terus sampai sekarang.

Survei BPS menemukan bahwa masih banyak area lintas batas yang tak terjangkau survei sehingga perlu ada estimasi minimalis,biaya survei cukup mahal, menghabiskan banyak waktu & tenaga.Untuk merealisasikan hal di maksud perlu terobosan perbaikan data administrasi pelintas batas dan penyiapan Teknologi informasi (Big Data), khususnya komunikasi seluler, mempunyai peluang besar untuk mengatasi hambatan tersebut, sehingga data yang diperoleh akan lebih cepat dan lebih
berkualitas (Akurat).

Ia menyimpulkan bahwa Pemanfaatan Big Data pada era digital merupakan suatu keniscayaan dalam rangka meningkatkan akurasi dan kecepatan data,BPS menerapkan Big Data (Mobile Positioning Data) untuk penghitungan data wisman PLB Januari-Desember 2016, sebagai bagian dari Arah Kebijakan dan Strategi dari BPS.

BPS juga akan melakukan survei tambahan pada 2017 untuk lebih menyempurnakan perhitungan wisman perbatasan berbasis Mobile Positioning Data yang berkaitan dengan Perilaku wisman perbatasan (Penggunaan telepon genggam, perilaku pada saat terkena roaming), Profil wisman perbatasan (LOS, Spending, Preferensi aktivitas wisata), BPS akan memperluas cakupan penggunaan metode Big Data (Mobile Positioning Data) untuk lokasi dan kegiatan lainnya, seperti: pergerakan wisatawan di dalam negeri (wisnus)serta wisatawan nasional (outbound).

Kepala Bidang Statistik Sosial Provinsi NTT Desmon Sinurat dalam materinya mengenai persiapan sensus penduduk 2020 menjelaskan bahwa sensus penduduk yang akan digelar 2020 merupakan sensus penduduk yang ke-7 dengan merujuk pada UU No 16 tahun 1997,Peraturan Presiden no.62 tahun 2019 tentang strategi nasional perencanaan administrasi kependudukan hayati dan PP Presiden 2019 tentang satu data Indonesia.

Tujuan sensus tahun 2020 menyediakan data,jumlah komposisi, karakter kependudukan yang valid,akurat dan terpercaya.selain itu juga menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk.

Disamping itu melalui Sensus Penduduk 2020, diperoleh Jumlah penduduk yang meninggal,jumlah penduduk yang tidak memiliki NIK, Keberadaan penduduk (De facto dan De Jure) dan Karakteristik penduduk berdasarkan Pendidikan pekerjaan yang akurat serta aspek yang mendukung percepatan pembangunan baik secara nasional maupun didaerah.(Marfin).