Badan Pertanahan Malaka Serahkan Empat Ratus Sertifikat Kepada Warga Malaka

oleh -1.102 views

Betun, LikuraiOnline.com — Sebanyak 400 Sertifikat tanah milik warga Desa Laleten, Kecamatan Weliman diserahkan Badan Pertanahan Negara Kabupaten Malaka di Kantor Desa Laleten, Rabu (26/06/2019).

400 Sertifikat tanah warga tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Malaka, Ir. Ni Nyoman Suratmi didampingi Penjabat Kepala Desa Laleten, Anselmus Nahak dan Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf Tagiri.

Kepala BPN Malaka, Ir. Ni Nyoman Suratmi dalam arahannya mengungkapkan, 400 sertifikat tersebut merupakan sertifikat dari 700 bidang tanah yang diukur tahun 2018.

Untuk menghindari timbulnya permasalahan di kemudian hari, maka diwajibkan agar pemilik tanah atau pemilik sertifikat sendiri yang mengambil sertifikatnya.

“Sertifikat yang sudah jadi harus diambil oleh pemilik sertifikat supaya tidak bermasalah. Bagi yang tidak hadir silahkan ambil di kantor BPN atau ada surat kuasa dari pemilik sertifikat”, tandas Suratmi.

Suratmi menjelaskan, penerima sertifikat harus segera memasang pilar di lokasi tanah supaya ada tanda batas sehingga tidak ada penyerobotan lahan. Orang yang mencabut pilar itu bisa dipidana.

Suratmi menambahkan, proses pembuatan sertifikat tersebut gratis alias tidak pungut biaya.

Penjabat Kepala Desa Laleten, Anselmus Nahak dalam kesempatan itu mengatakan, masyarakat penerima sertifikat supaya wajib membayar pajak.

”Masyarakat berhak menerima sertifikat tetapi jangan lupa kewajiban membayar pajak”, ujar Ansel.

Kapolsek Weliman, Iptu Yusuf Tagiri mengatakan, pembagian sertifikat tersebut baik karena bisa menjadi bukti bila ada masalah.

“Selama ini ada banyak kasus tanah yang dilaporkan ke polisi tetapi karena belum ada sertifikat maka tidak bisa diproses. Dengan adanya sertifikat ini ada kepastian hukum.

Tolong jaga baik-baik sertifikat itu agar tidak jatuh ke tangan yang salah karena nantinya bisa bermasalah”, kata Yusuf.

Pantauan media ini, ratusan warga Desa Laleten antusias mengantri untuk menerima sertifikat tanah tersebut.*(john germanus)