Bab Baru Sejarah Sepak Bola Rai Malaka Sedang Ditulis

oleh -1.115 views

(Catatan Harian Seorang Jurnalis)
Oleh: John Germanus Seran – Wartawan LikuraiOnline.com

Buku besar sejarah sepak bola Rai Malaka yang dimulai sejak awal perjalanan daerah ini, tidak membutuhkan banyak bab untuk mencapai klimaksnya.

Tiga kali terlibat dalam turnamen bergengsi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, El Tari Memorial Cup (ETMC), Rai Malaka langsung menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan event sepak bola paling bergengsi di NTT tersebut

Bukan hanya sekedar menjadi tuan rumah, sehingga maayarakat Malaka bisa menyaksikan secara langsung bagaimana turnamen level provinsi ini berlangsung, tetapi berhasil memberikan standar baru bagi penyelenggaraan turnamen tersebut.

Tentu masih segar dalam ingatan kita semua ketika pemkab Malaka menyediakan penginapan gratis bagi semua kontingen, menjemput semua kontingen dan tamu secara adat Malaka, menjamu semua kontingen dan tamu, menyelenggarakan acara pembukaan yang meriah dan dihadiri Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT, hampir seluruh bupati, wakil bupati dan pimpinan DPRD se-NTT dan berbagai tamu VIP.

Sejarah besar sepak bola Rai Malaka tersebut disempurnakan oleh prestasi Tim kebanggaan masyarakat Malaka, PS Malaka.

Masyarakat Malaka akhirnya boleh menyaksikan dengan bangga Timnya membukukan kemenangan hingga kemenangan dan akhirnya mengangkat Trophy kebesaran sepak bola NTT di kali ke tiga keterlibatannya dalam turnamen ini.

Dan sejarah emas sepak bola Rai Malaka ini tentu tidak bisa dipisahkan begitu saja dari sang penulis sejarah, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), Bupati yang memimpin Malaka ketika Sejarah Besar Sepak Bola Rai Malaka ini ditulis.

Bupati yang membuat banyak kalangan heran dan bertanya-tanya karena berani menawarkan daerah baru ini menjadi tuan rumah El Tari Memorial Cup.

Bupati yang berhasil menjawab keraguan banyak kalangan dengan torehan dua prestasi sekaligus: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Kini, satu bab baru sejarah besar tersebut sedang dicatat. Bertolak dari keberhasilan PS Malaka menjuarai El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 yang juga Liga 3 Rayon NTT, PS Malaka berhak mewakili NTT ke level yang lebih tinggi, yakni antar provinsi, walaupun levelnya masih regional, yakni Balu dan Nusa Tenggara.

Tetapi bahwa PS Malaka bermain atas nama Nusa Tenggara Timur itu saja sudah merupakan prestasi yang membanggakan masyarakat Malaka.

Kesempatan ini, oleh SBS, dimanfaatkan untuk mengungkapkan seluruh kekayaan Malaka, baik kekayaan manusia maupun kekayaan budayanya. “Seluruh kekuatan kita kerahkan”, kata SBS.

Sebab, “Sepak bola adalah media untuk mempererat persaudaraan. Kita boleh kalah dalam sepak bola tetapi tidak boleh kalah dalam persaudaraan.

Sebagaimana, pesan Gubernur NTT, dalam olahraga kita tidak hanya mengejar prestasi tetapi juga menjadi media untuk mempertontonkan kualitas peradaban”, kata SBS.

Terlepas dari apakah nanti PS Malaka lolos dari putaran Regional Liga 3 atau tidak, tetapi bahwa sejarah sepak bola Rai Malaka sedang memasuki sebuah bab baru, dan bahwa bab baru tersebut sedang dicatat pada lembar-lembar sejarah sepak bola Rai Malaka.

Sebuah bab yang, kata SBS, belum tentu terulang kembali di masa-masa yang akan datang.

Sebab yang tidak mungkin hilang dari sejarah Sepak Bola Rai Malaka, bahwa PS Malaka mewakili NTT ke level antar Provinsi Sepak Bola Indonesia.

Dan bahwa salah satu pertandingan PS Malaka di level antar Provinsi tersebut terjadi di Rai Malaka, tepatnya di Kota Betun, di hadapan masyarakat Rai Malaka sendiri.

Dan bahwa identitas orang Malaka dilibatkan dalam pertandingan tersebut. Lilurai dan Bidu adalah identitas orang Malaka dimaksud.

Dan sejarah sepak bola Rai Malaka tidak mungkin mengingkari, bahwa bab ini ditulis pada masa kepemimpinan seorang SBS sebagai Bupati Malaka perdana. Bab baru sejarah sepak bola Rai Malaka ini sedang ditulis.*

No More Posts Available.

No more pages to load.