Akui Manfaat Balik Lahan Gratis RPM, Warga Aintasi Usulkan Penambahan Traktor

oleh -901 views

Betun, LikuraiOnline.com — Warga Desa Bereliku dan Desa Naimana serta beberapa desa di Aintasi yang hadir dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Malaka dari Fraksi Partai Golkar, Maria Fatima Seuk Kain mengakui manfaat program unggulan Bupati Malaka, Revolusi Pertanian Malaka (RPM) bagi kebidupan masyarakat, yang mayoritas berpencaharian petani.

Pengakuan tersebut dikemukakan warga Aintasi dalam kegiatab reses Anggota DPRD Malaka, Maria Fatima Seuk Kain di Dusun Manumuti Brubit, Desa Naimana, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (16/11/2019).

Usai mendengarkan penjelasan Mery Kain, sapaan akrab Maria Fatima, tentang balik lahan gratis program unggulan Bupati Malaka, RPM, warga yang hadir mengakui jika sejak Tiga Tahun terakhir ini warga sudah merasakan manfaat program tersebut.

“Kami minta kepada ibu Dewan (Mery Kain, red), tolong sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa kami sangat senang dengan program balik tanah gratis ini karena kami langsung menikmati manfaatnya”, ungkap Agustinus, warga Desa Naimana.

Walau demikian, menurut warga, program ini belum dinikmati semua petani. Dalam artian, waktu olah lahan yang ada di persiapan musim tanam satu tahun ini, juga musim sebelumnya, selalu tidak mencukupi untuk semua petani.

“Banyak lahan kami yang belum dibalik. Malahan hampir setengah yang belum mendapat bagian. Karena itu, lewat forum ini kami minta bantuan kepada ibu Dewan supaya sampaikan permintaan kami kepada Dinas Teknis untuk turunkan lagi traktor ke wilayah kami di sisa waktu musim panas ini”, pinta Stefanus, warga Desa Bereliku, diamini beberapa warga lain.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Mery Kain yang juga Wakil Ketua Komisi III tersebut mengatakan, persoalan yang dialami warga tersebut juga dialami warga di wilayah lain, bahwasanya waktu yang dialokasikan untuk balik lahan tersebut tidak mencukupi untuk merangkul kebutuhan seluruh masyarakat Malaka di semua desa.

Hal tersebut, kata Mery Kain, bukan karena kesalahan program RPM atau kesalahan para pengurus, tetapi karena keterbatasan peralatan jika dibandingkan jumlah masyarakat petani di Malaka dan waktu kerja yang tentu disesuaikan dengan musim. Jika musim penghujan turun lebih awal maka waktu kerja semakin pendek.

“Seyogyanya Pertanian adalah tugas teman-teman di Komisi II. Tetapi sebagai penyambung aspirasi rakyat, saya akan sampaikan keluhan bapak ibu ini di Sidang Dewan dan Sidang bersama Mitra.

Pendapat saya pribadi, salah satu solusi jangka panjangnya adalah menambah jumlah traktor.

Sedangkan untuk solusi jangka pendek, saya segera usulkan ke Dinas terkait untuk menurunkan traktor supaya bisa olah lahan yang belum sempat diolah”, tandas Mery.

Syaratnya, lanjut Mery, lahan yang sudah dibalik harus bisa ditanami dan dirawat supaya bisa panen.

Bukan hanya luas lahannya yang besar tetapi volume panen juga harus besar. Sehingga, tahun berikut traktor tidak balik lagi lahan yang sama tetapi bisa buka lahan baru.

Reses Anggota DPRD, Mery Kain dihadiri Kepala Desa Naimana, Dominikus Knaofmone, Kepala Desa Bereliku, Yosep Lebo dan warga Desa Naimana, warga Desa Bereliku dan warga beberapa desa tetangga.

Untuk info, kegiatan reses anggota DPRD merupakan sebuah forum pertemuan di dapil masing-masing antara masyarakat dengan anggota DPRD.

Mereka saling berinteraksi melalui dialog dalam rangka menyampaikan aspirasinya. Anggota DPRD wajib menyerap, menampung, dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Forum rapat reses tersebut secara intensif di dampingi oleh Sekretariat Dewan sebagai fasilitator pertemuan.*(john)