Transformasi Pertanian Dalam Program Revolusi Pertanian Malaka Semakin Meyakinkan

oleh -2.598 views

Malaka,Likuraionline.com—Program Revolusi Pertanian Malaka atau yang sering disebut RPM yang dicanangkan oleh Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran,MPH semakin meyakinkan dari waktu ke waktu.

Diawali dengan geliat budidaya bawang merah 50 ha yang telah menghasilkan hampir 500 ton bawang merah di beberapa desa diantaranya desa Fafoe, Oan Mane, Umatoos dan Sikun, musim tanam 2017.

Musim tanam tahun 2018 semakin diyakinkan lagi dengan tampilan pertumbuhan jagung dan padi yang “aduhai”.

Sudah tentu, program RPM tidak semata hanya melalui gerakan himbauan dan kucuran dana semata, tetapi yang terpenting adalah program ini telah diarahkan oleh Grand design yang disusun sebelumnya serta pendampingan/pengawalan teknis yang ketat oleh penyuluh lapangan dan 10 orang tenaga ahli RPM.

Pengawalan teknis ini, sangat berkaitan dengan transfer teknologi yang efisien dan efektif yang diberikan oleh tim pakar RPM sekaligus meyakinkan dan menjamin petani bahwa teknologi yang diracik tim pakar dipastikan cocok dan mampu menaikan produktivitas pertanian yang ujung-ujungnya meningkatkan pendapatan petani.

Ambil contoh, pendapatan petani bawang merah di desa-desa pengembangan jagung, telah memperoleh pendapatan mencapai Rp. 130 juta/ha.

Nilai ini sangat luar biasa bagi petani Malaka, karena sebelumnya tidak pernah dalam sejarah mereka bisa memperoleh pendapatan seperti ini.

Untuk jagung juga tidak kalah hebatnya. Dengan didukung oleh teknologi budidya yang dicirikan dengan tata-tanam rel-ganda (double track/DT) yang diperkenalkan oleh tim pakar RPM, telah juga meyakinkan banyak petani bahwa mereka akan berlimpah sumber pangan dari jagung dan bahkan bisa berbisnis komoditas ini.

Untuk diketahui bahwa penerapan tata-tanam DT telah menjadi buah bibir positive di antara petani, karena penampilan pertumbuhan jagung yang menerapkan teknologi ini berbeda jauh dengan tampilan pertumbuhan yang ditanam secara tradisonal.

Dalam MT. 2018 ini terprogram sebanyak 2055 ha pengembangan jagung yang tersebar di seluruh kecamatan atau 98 desa dengan menerapkan DT yang dibantu pengolahan tanah secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Melalui Dinas Pertanian Malaka. Untuk pengembangan padi sawahnya yang didukung oleh teknologi Jajar Legowo 2: 1 dengan tagline “Budidaya Padi Serius/BPS” meliputi 760 ha pada 12 desa pada empat kecamatan.

Desa-desa ini diantaranya adalah, Naas, Lateten, Wehali, Lakekun Barat, Motaulun, Lakekun, Kamanasa, Harekakae dan Lakulo
Yang menarik dalam program ini adalah antusias petani yang merespon positif yaitu dengan menerapkan secara masal teknologi-teknologi unggulan yang terciri dalam RPM.

“Pengalaman menunjukkan bahwa transformasi pertanian di Malaka dianggap cukup cepat dan meyakinkan dibanding pengalaman di desa-desa lain di luar malaka” kata Dr. Herry Kota dan Dr. Tony Basuki tim pakar RPM.

“Di lapangan, akan sangat mudah mengenal petani RPM karena, semua komoditas yang ditanam dicirikan oleh tampilan teknologi yang tercermin dari pertumbuhan tanamannya.

Sebagai contoh untuk tanaman padi, tercirikan oleh jajar legowo 2:1, dan untuk jagung dengan rel-gandanya”, kata Dr. Herry Kotta yang juga sebagai Ketua Tim Pakar RPM.

Untuk diketahui bahwa, program RPM ini membina sembilan komoditas utama yaitu, Bawang merah, padi sawah, jagung, kacang hijau, pisang kapok, itik, kambing dan ikan bandeng.

Semua komoditas ini telah direncanakan target dan teknologi yang digunakan (Tim Pakar RPM).