Tim Pakar RPM Gelar Sosialisasi Penerapan Pola Tanam Jajar Legowo Kepada Masyarakat Malaka .

oleh -2.105 views

Betun,LikuraiOnline.com-— Tim pakar Revolusi Pertanian Malaka ( RPM) yang dipimpin Dr. Herry  Kotta melakukan sosialisasi pola tanam Jajar Legowo kepada para petani di desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah.

Heri mengajak para petani untuk menerapkan pola tanam tersebut untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian khususnya tanaman padi.

” Sudah sejak tahun 2017 lalu kita melakukan sosialisasi terkait pola tanam Jajar Legowo kepada petani. Namun hingga saat ini belum semua petani menerapkan pola tanam tersebut.

Kebanyakan masih ragu dengan hasil yang diperoleh nantinya. Karena itu, kita terus menggencarkan sosialisasi pola tanam ini untuk mengajak para petani agar beralih ke pola tanam Jajar legowo,” ungkap Heri.

Terkait keunggulan pola tanam Jajar legowo, Heri menjelaskan, dengan menggunakan pola tanam tersebut akan memberikan ruang yang cukup bagi tanaman padi untuk menerima cahaya matahari secara merata.

Pola tanam ini juga memberikan ruang yang cukup bagi tanaman padi dalam menyerap nutri di dalam tanam tanah. Selain itu, dengan pola tanam tersebut akan semakin banyak bibit padi yang bisa ditanam.

” Dengan unggulan tersebut tentunya akan meningkatkan produktifitas hasil pertanian. Oleh sebab itu kita berharap para petani di Malaka mau beralih dari pola tanam konvensional kepada pola tanam Jajar legowo, ” katanya.

Terkait tindak lanjut dari sosialisasi tersebut, dikatakan Heri, pada tanggal 20 Januari mendatang tim pakar RPM akan turun langsung bersama-sama para petani di desa Wehali guna menanam bibit padi dengan pola tanam jajar legowo.

Dirinya juga menegaskan tim pakar RPM akan terus mendampingi para petani sampai benar-benar mandiri.

” Benih padi inpari 30 sudah disemaikan dan tanggal 20 mendatang akan kita tanam dengan pola tanam jajar legowo bersama-sama petani di desa Wehali. Usai dari desa wehali, kita (Tim pakar,red) akan berpindah ke kelompok petani lainnya untuk mensosialisasikan pola tanam jajar Legowo,” tuturnya. (dedy klau)