RSPP Betun Bahas Kerjasama Program Sister Hospital Dengan RSUD dr. Saiful Anwar Malang

oleh -2.889 views
Tim dari Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Kabupaten Malaka menggelar Pertemuan awal dengan tim dokter dari Rumah Sakit Saiful Anwar Malang di Aula kantor Bupati Malaka, Selasa 27 Februari 2018.

Betun,Likuraionline.com–Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun, Kabupaten Malaka  menggelar Pertemuan awal dengan tim dokter dari Rumah Sakit Saiful Anwar Malang  di Aula kantor Bupati Malaka,  Selasa 27 Februari  2018.

Pertemuan antara tim dari dua Rumah Sakit itu untuk membahas kerjasama pendampingan terhadap proses Akreditasi RSPP Betun juga pendampingan terhadap penerapan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSPP Betun.

Direktur RSPP Betun dr. Oktelin Kaswadi  kepada kepada  wartawan www.likuraionline.com mengatakan, pertemuan yang di gelar ini merupakan pertemuan awal kerjasama antara tim dokter dari RS Saiful Anwar Malang dengan RSPP Betun guna membantu proses akreditasi RSPP Betun serta membantu dalam penerapan pola penggunaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah(BLUD) di RSPP Betun.

“Saat ini pola pengelolaan Keuangan RSPP Betun  berubah menjadi pola Pengelolaan Keuangan Layanan Umum Daerah sehingga kita membutuhkan pendampingan dari RSUD dr.Saiful Anwar Malang,”katanya.

Ia menjelaskan, Tim ini sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Propinsi NTT untuk Program Sister Hospital termasuk kabupaten Belu, Lembata dan beberapa kabupaten lain.  “Tim ini diminta kehadirannya oleh bapak Bupati Malaka  guna mendampingi RSPP Betun,”katanya.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu tim dari RSUD dr. Saiful  Anwar Malang  menjelaskan bahwa  akhir Maret 2018 akan dilakukan  survei awal untuk mengetahui kekurangan yang di RSPP Betun untuk selanjutnya pada  enam bulan berikutnya  akan dilakukan post survei untuk menentukan apakah RSPP Betun Lulus akreditasi atau tidak.

“Apabila nanti saat post test kita dinyatakan belum lulus akreditasi maka kita akan mengulang atau akan dilakukan Proses Akreditasi Ulang dan waktunya bisa beberapa bulan bahkan bisa sampai satu tahun,”katanya.

“Saya sudah mengajukan permohonan kepada Pemkab Malaka mengenai kebutuhan RSPP Bentun khususnya  tentang alat-alat kesehatan dan pelatihan bagi tenaga medis,”katanya.

Ia menambahkan, selain membahas pendampingan akreditasi Rumah Sakit dalam pertemuan itu juga membahas alokasi tempat  putra-putri Malaka yang ingin melanjutkan sekolah Kesehatan di Universitas Brawijaya Malang.

“Kita sudah mendapatkan lampu hijau dari Prof.dr. Mulyadi Sp.OG ketua tim dokter RSUD dr. Saiful Malang Guna membantu dalam proses penerimaan mahasiswa asal Malaka  di Universitas Brawijaya,”dr. Octelin. (Dedy Klau / liser)