Produksi Industri Manufaktur di NTT Alami Kenaikan 3,36 Persen

oleh -2.313 views

Kupang, Likuraionline.com-–Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q to q) Triwulan III Tahun 2018 di Provinsi NTT mengalami kenaikan sebesar 3,36 Persen bila dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2018.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Maritje Pattywaellapia melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Demarce M. Sabuna didampingi Kepala Bidang Statistik Produksi Sofan ketika menggelar Jumpa wartawan di Kantor BPS NTT (01/11/2018).

Demarce menjelaskan, pertumbuhan produksi industri manufaktur year on year (y on y)  triwulan III tahun 2018 terhadap triwulan III tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 9,18 persen.

Demarce menambahkan,  Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (q to q)  triwulan III tahun 2018 juga mengalami kenaikan 1,03 persen jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2018.

Sementara Pertumbuhan Industri Manufaktur Mikro dan Kecil year on year ( y on y) triwulan III tahun 2018 terhadap triwulan yang sama pada tahun 2017 naik sebesar 30,35 persen.

“Industri Manufaktur Besar dan Sedang jumlah tenaga kerja lebih dari 20 sedangkan industri manufaktur mikro dan kecil jumlah tenaga kerja dibawah 20 orang tenaga kerja, “ungkap Demarce.

Ia menjelaskan, pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang di NTT dilihat menurut jenis sebagai berikut, Industri Makanan sebesar -14,50 persen, Industri Minuman 24,31 persen, Industri Barang Galian bukan logam 62,65 persen, Industri Furniture -8,15 persen.

Ia menambahkan, Presentasi penyerapan tenaga kerja, kontribusi nilai produksi produktifitas pekerja industri manufaktur besar sedang di NTT pada triwulan III tahun 2018 sebagai berikut, industri makanan penyerapan tenaga kerja 29,12 persen, kontribusi nilai produksi 14,69 persen.

Industri Minuman proporsi penyerapan tenaga kerja 23,26 persen, kontribusi nilai produksi sebesar 12,57 persen. Industri Furnitur proporsi penyerapan tenaga kerja 15,85 persen, kontribusi nilai produksi 6,84 persen.

Industri Barang Galian Bukan Logam proporsi penyerapan tenaga kerja 31,77 persen,  kontribusi nilai produksi 65,90 persen. (Yulius)