Petani di Desa Laleten Bergotong Royong Membersihkan Saluran Air.

oleh -2.274 views
Masyarakat Desa Laleten, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka sedang bergotong royong membersihkan saluruh air kesawah

Weliman, Likuraionline.com—-Petani Desa Laleten, kecamatan Weliman Kabupaten Malaka, Provinsi NTT yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Budi Makmur bergotong toyong membersihkan saluran air yang mengairi lahan sawah di Pokta tersebut.

Ketua Poktan Budi Makmur, Yanuarius Seran ketika dikonfirmasi media ini mengatakan seluruh masyarakat yang tergabung dalam Poktan Budi Makmur berinisiatif untuk membersihkan saluruhan air karena pasokan air ke lahan sawan mereka semakin berkurang.

“Saat ini pasokan air ke lahan sawah milik para petani semakin berkurang karena itu dirinya berkoordinasi dengan masyarakat dan para petani di desa Laleten untuk bersama-sama membersihkan saluran air yang tersumbat sehingga aliran air menjadi lancar,”katanya.

ia menjelaskan, di musim kemarau seperti saat ini, Pasokan air dari mata air Weliman yang biasanya digunakan untuk mengairi lahan sawah para petani semakin berkurang. salah satu penyebabnya  karena saluran tersier yang selama ini berfungsi mengalirkan air kesawah tersumbat oleh endapan lumpur yang sudah tebal dan juga rumput serta sampah yang mengakibatkan aliran air menuju sawah menjadi berkurang”.

“Kami berusaha untuk membersihkan saluran air yang ada, kami berharap setelah saluran air ini dibersihkan maka aliran air bisa menjadi lancar sehingga bisa dipakai untuk mengairi sawah”.

Hal senada disampaikan salah satu warga desa Laleten, Yeremias Seran Klau. Yerem mengatakan saat ini saluran air menuju lahan sawah para petani dipenuhi endapan lumpur serta tumpukan sampah karena itu harus dibersihkan sehingga aliran air bisa kembali lancar.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa Laleten ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya sangat senang karena para petani didesa binaannya memiliki kesadaran serta insiatif untuk membersihkan saluran air yang selama ini dipakai untuk mengairi lahan sawah mereka.

“Saya sangat senang karena para petani didesa binaannya memiliki kesadaran serta insiatif untuk membersihkan saluran air yang selama ini dipakai untuk mengairi lahan sawah mereka”.

Yerem berharap dengan dibersihkannya saluran tersebut, maka aliran air menuju lahan para petani menjadi normal seperti biasanya.(Deddy Klau)