Penurunan Harga Pada Dua Kelompok Pengeluaran Sebabkan Deflasi di NTT

oleh -2.127 views

Kupang, Likuraionline.com–Pada Bulan Oktober 2018 Propinsi NTT mengalami Deflasi sebesar 0,04 Persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 131,18.

Kota Kupang dan Maumere, Kabupaten Sikka juga mengalami deflasi. Kota Kupang alami deflasi 0,05 persen sedangkan Kota Maumere alami deflasi 0,04 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Maritje Pattywaellapia melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Demarce M. Sabuna didampingi Kepala Bidang Statistik Produksi Sofan ketika menggelar Jumpa wartawan di Kantor BPS NTT (01/11/2018).

Ia menjelaskan, Deflasi pada bulan oktober 2018 di NTT terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada dua kelompok pengeluaran yaitu transport dengan andil sebesar 1,70 persen dan makanan jadi sebesar 0,01 persen.

Sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks harga dan dimana kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks tertinggi sebesar 0,84 persen.

Ia menjelaskan, Komuditas Utama penyumbang/penghambat inflasi pada bulan oktober 2018 adalah Kangkung dengan andil 0,14 persen, ikan kembung 0,12 persen.

Sawi Putih 0,07 persen, buncis 0,03 persen, ikan teri basah 0,03 persen, ikan ekor kuning 0,02 persen, besi beton 0,02 persen, bensin 0,02 persen, sawi hijau 0,01 persen, kol putih/kubis 0,01 persen.

Ia menjelaskan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 66 Kota mengalami inflasi  dan 16 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palu sebesar 2,27 persen dan terendah terjadi di Kota Cilegon dengan inflasi sebesar 0,01 persen.

Deflasi terbesar terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,74 persen dan terendah di Kota Tangeran sebesar 0,01 persen. (Yulius)