Pemuda Aintasi Apresiasi Kebijakan Promosi Pariwisata oleh Pemda Malaka

oleh -2.785 views
Pemerhati Pariwisata Malaka, Adrianus Seran.

Betun,Likuraionline.com—Pemerintah Kabupaten Malaka memberi perhatian serius terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Malaka. Kiat Promosi Pariwisata oleh Pemerintah Kabupaten Malaka itu mendapat apresiasi dari tokoh muda sekaligus pemerhati pariwisata Malaka Adrianus Seran.

Toko pemuda dan praktisi sekaligus pemerhati di Aintasi, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka ini mengapresiasi kebijakan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran,MPH dalam rangka  mempromosikan objek-objek wisata di kabupaten Malaka.

Terobosan  yang di lakukan oleh Bupati Malaka untuk promosi pariwisata di Malaka adalah mengeluarkan kebijakan agar OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka berkantor di objek wisata yang ada di Malaka pada hari jumat  minggu ketiga setiap bulan. Selain itu,Bupati SBS juga menghimbau kepada semua warga masyarakat Malaka untuk berwisata ke obyek-obyek wisata yang ada di Malaka pada hari sabtu dan minggu dan Minggu.

Menurut Adrianus Seran kebijakan pemerintah kabupaten Malaka untuk promosi pariwisat di Malaka sangat luar biasa. Ia juga mengapresiasi terobosan Pemerintah Kabupaten Malaka terhadap penataan fasilitas-fasilitas pendukung di daerah wisata yang sebelumnya terbangkalai sehingga menarik wisatawan lokal dan wisatawan asing.

“Masyarakat yang ada di beberapa desa yang dekat dengan obyek wisata Motadikin seperti desa Fahiluka, desa Railor dan Lawalu. Ketiga desa ini yang berada  dekat degan Motadikin sebagai destinasi wisata ini,” ujar pria yang biasa disapa Rian ini.

“Saya melihat masyarakat belum diarahkan untuk memanfaatkan objek wisata ini, Padahal semakin banyak kunjungan wisatawan ke obyek wisata Motadikin. Jika di manfaatkan secara baik maka perputaran ekonomi akan meningkat luar biasa. Tempat wisata  di Malaka hendaknya di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Salah satunya membuka lapak, menjual makanan, membuat kios disekitar obyek wisata dan membuka warung makan dan tempat minum bagi pengunjung. Apalagi  hingga sekarang pengunjung semakin meningkat pada hari libur,”tutur Rian.

Ia menambahkan, dengan terbukanya media informasi untuk terus mempromosikan objek wisata di Malaka dengan mudah dan cepat akan makin menarik pengunjung ke obyek wisata yang ada di Malaka.

Dirinya berharap, Pemerintah desa yang ada di sekitar obyek wisata untuk memfasilitasi pemuda-pemuda untuk membuat kelompok usaha disitu di dekat obyek wisata. “BUMdes bisa menjadi suatu mata pencarian untuk pemuda-pemuda yang selama ini belum memiliki pekerjaan di desa” tuturnya

Ia menjelaskan, untuk mendirikan Bumdes di desa,  tidak perlu persyaratan yang muluk-muluk, bisa melibatkan beberapa orang saja kemudian dan dengan bantuan dana yang tidak terlalu besar maka Bumdes itu suda bisa terbentuk.  Tinggal jenis usahanya yang dipikirkan sesuai dengan kondisi yang ada di desa tersebut. Tiga desa di dekat Obyek wisata Motadikin disarnkan untuk buka warung makan, spot selfie dan usaha-usaha lainnya.

Adrinus Seran menjelaskan sebelum memasuki ke area pantai Motadikin terbentang luas tambak-tambak ikan masyarakat yang sangat berpotensi nilai jualnya akan tetapi petani tambak belum di arahkan untuk menangkap peluang usaha tersebut.

Dirinya berharap agar pemuda-pemuda yang berada di daerah wisata bisa diakomodir untuk terlibat langsung bersama pemerintah (Dinas Pariwisata) dalam pengelolaan objek wisata, jangan sampai orang dari luar yang bertugas di pantai, sehingga tidak ada kecemburuan sosial. (Deddy Klau/liser)