Pelaksanaan P3-TGAI Yang Ditangani BWS NT II Sudah Rampung.

oleh -2.616 views

Kupang,Likuraionline.com–Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang diluncurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi NTT melalui BWS NT II pada tahun Anggaran 2018 sudah rampung di kerjakan tinggal diserahkan ke masyarakat untuk dimanfaatkan.

Pada Tahun 2018, BWS NT II Provinsi NTT mengalokasikan Anggaran Rp.25.350.000.000 ke 130 Kelompok masyarakat di NTT melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Masing-masing Kelompok masyarakat dialokasikan Rp.195.000.000.

Selain itu, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II juga mengalokasikan Anggaran Rp. 3.900.000.000 untuk pendamping yang membantu masyarakat di masing-masing kelompok dengan rincian tiap kelompok Rp. 30 Juta.

Demikian dikemukakan, Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan melalui PPK OP SDA II, Melkior Lukas kepada wartawan www.likuraionline.com di ruang kerjanya, Selasa, 7 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI adalah untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan sesuai kebutuhan dan prinsip kemandirian masyarakat.

Sementara Tujuannya kata dia, untuk meningkatkan kinerja layanan irigasi kecil, irigasi desa dan irigasi tersier.
Sasaranya ungkap Melki Lukas, pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A untuk kegiatan teknis perbaikan,rehabilitasi.

Rehabilitasi perbaikan irigasi untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran serta bangunan irigasi serta peningkatan jaringan irigasi dan penambahan luas areal pelayanan jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungan daerah irigasi.

Ia menjelaskan, Kegiatan P3-TGAI di NTT yang ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Tahun 2018 di 130 Kelompok sudah selesai dilaksanakan, tinggal serah terima pemanfaatan dari BWS NT II Provinsi NTT kepada kompok masyarakat untuk dimanfaatkan.

“Kegiatan yang kami tangani oleh PPK OP SDA II di Wilayah Timor dan Kepulauan sudah selesai 100 persen tinggal diserahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan,”ungkap Melki Lukas.

Ia menambahkan, jumlah kelompok yang ditangani oleh OP SDA II pada tahun 2018 sebanyak 65 kelompok yang tersebar di Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya dan Kabupaten Alor. (lius seran)