Paket Victory – Joss Nyekar ke Makam Pahlawan Nasional Julian Hendrik

oleh -2.255 views

Sabu Raijua, Likuraionline.com-–Pasangan Calon Gubernur NTT dan Calon wakil Gubernur NTT, periode 2018-2023 Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yoseph Nae Soi yang dikenal dengan paket Victory – Joss nyekar ke makam Pahlawan Perintis Kemerdekaan, Julian Hendrik, di Desa Eimau, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Minggu, 04-03-2013.

Saat nyekar ke makam Julian Hendrik paket Victory – Joss didampingi Ketua DPD I Partai Golkar, Melki Laka Lena, Ketua DPW Partai Nasdem Jecky Uly, Ketua DPD Partai Hanura Refafi Ga, Bendahara PPP Mega Aklis, ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke.

Ketua DPW Partai Nasdem, Jecky Uly pada kesempatan itu menjelaskan, Julian Hendrik yang memiliki nama asli Ludji He adalah putra asli Kabupaten Sabu Raijua.

Dia adalah inisiator dalam perebutan kapal perang Belanda, Kapal Tujuh (De Zeven Provincien) pada tahun 1933.

Pemberontakan di atas kapal tersebut juga menewaskan Martjin Paradja putra kelahiran Mesara, Sabu Raijua. Martjin tewas terkena bom di geladak kapal dalam pelayaran ke Surabaya.

Martjin dimakamkan di TMP Kalibata sementara Julian Hendrik meninggal di kampung halaman sendiri. Julian diberi gelar pahlawan perintis kemerdekaan oleh Presiden Soekarno.

Epaferditus Ludji He perwakilan dari keluarga Julian Hendrik mengungkapkan rasa haru dan bahagia dimana  ada calon pemimpin NTT yang sudah datang ke makam orang yang mereka banggakan.

“Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada bapak Viktor dan bapak Yoseph yang sudah meluangkan waktu berkunjung kekampung kami khususnya ke makam Julian Hendrik. Kami tidak minta apa-apa dari bapak berdua karena kami menyadari bahwa bapak berdua sudah mengetahui apa yang kami butuhkan. Tetapi kami harapkan agar kedepan perhatikan penerangan di daerah kami ini, ” ungkap Epafridus.

“Kami merasa bangga adan terharu sebab hari calon pemimpin NTT bisa mengunjungi makam orang yang kami banggakan. Kami juga menitip pesan agar bapak berdua bisa memperhatikan kondisi kami di kampung ini yang jauh dari listrik dan air serta jalan yang rusak,” harap Epaferditus.

Sementara Josef Nae Soi yang mewakili paket Victory-Joss pada kesempatan tersebut mengatakan, dirinya bersama Viktor Laiskodat sudah berkomitmen untuk tidak melupakan jasa para pendahulu yang telah berjasa membangun Nusa dan Bangsa. Disetiap wilayah yang dikunjungi kata Josef dirinya maupun Viktor Laiskodat selalu menyempatkan diri untuk nyekar dan memberi hormat kepada srtiap orang yang dianggap memilikinperan pnting dalam membangun sebuah wilayah.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar Sabu Raijua yang juga Plt. Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke meminta masyarakat setempat untuk memberi nama kepada Viktor Laisksodat dan Josef Nae Soi.

Atas hasil rembukan masyarakat, maka Viktor Laiskodat diberi nama Ma Pi sementara Pak Josef Nae Soi diberi nama Ma Nabi. Nama itu menjadi nama kesayangan yang akan dipanggil dalam keseharian mereka.

“Sebagai orang yang baru pertama datang ke Sabu Raijua maka secara adat akan diberi nama Sabu sebagai tanda penerimaan dan rasa hormat dari masyarakat disini. Nama yang diberikan mengandung makna yang dalam dan sekaligus menjadi doa bagi pak Viktor dan Pak Josef,” kata Nikodemus Rihi Heke.

Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi mengucapkan terimakasih kepada masyarakat di Sabu Raijua yang telah memberikan nama Sabu kepada mereka. “Kami ucapkan terimakasih atas nama yang diberikan kepada kami dan kami merasa sebagai saudara dari semua orang sabu,” kata Viktor Laiskodat. (liser/jrg)