Paket Victory-Joss Gelar Pertemuan Dengan Tokoh Agama di Malaka

oleh -1.944 views

Malaka,LikuraiOnline.com–Pasangan Cagub-Cawagub NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi, bertatap muka dengan tokoh-tokoh agama atau hamba Tuhan di Malaka  khususnya pastor dan pendeta. Dalam pertemuan tersebut, tokoh agama di Malaka jujur menyatakan  bahwa NTT merindukan pemimpin yang jujur, punya hati dan rendah hati untuk melayani masyarakat.  Dan, karakter itu ada pada sosok pasangan yang mengusung spirit “Kita Bangkit, Kita Sejahtera” ini.

“Kami sebagai Hamba Tuhan rindu punya figur tegas dan berani seperti bapa Viktor dan Joss. NTT rindu pemimpin yang punya hati untuk rakyat seperti bapa berdua. Sebagai hamba Tuhan kami yakin di tangan bapa berdua yang bekerja dengan hati, rakyat NTT bisa maju dan sejahtera,” kata Pendeta Yumita Nahak dari GBI, saat berdialog dengan Victory-Joss di rumah jabatan Bupati Malaka, Haitimuk, Kamis (8/2/2018).

Disaksikan media, sebelum dialog Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi saat berdialog dengan tokoh agama di Malaka didampingi, Ketua DPD I Partai Golkar Malaka, Melki Laka Lena, Senator asal NTT, I.A. Medah, Anggota DPRD NTT  dari Fraksi Partai Golkar, Alfridus Bria Seran.

Dihadapan Tokoh Agama, Paket Victory-Joss menjelaskan secara gamblang mimpi dan cita-cita besar mereka membangun NTT dalam spirit “Kita Bangkut, Kita Sejahtera”.

Pdt Yumita mengatakan, hari ini mereka telah menemukan pemimpin NTT yang luar biasa. “Kami dukung bapa berdua untuk bisa bebaskan NTT dari semua stigma negatif,” katanya.

Hal senada disampaikan Pdt Marthen Benu. Menurut dia, dari aura Victory-Joss ada getaran pelayanan yang ikhlas kepada rakyat NTT. “Figur ini yang mampu membawa kebangkitan untuk NTT yang sejahtera sampai ke pelosok terpencil,” harap Pdt Benu dan meminta pehatian atas jalan rusak, listrik dan kesulitan bahan bakar minyak (BBM) bisa teratasi.

“Kami bangga bapa berdua membawa perubahan bagi NTT, dan kami berdoa Tuhan mengijinkan bapa berdua menjadi pemimpin NTT untuk menuntaskan semua masalah,” tambah Pdt Hilario Guterez.

Sementara Romo Pius Nahak meminta Victory-Joss untuk tegas terhadap tindakan radikalisme  yang
sedang  mengancam  NKRI  termasuk NTT.  “Semoga kebhinekaan kita terus terjaga dan tidak dirusak oleh aksi-aksi radikal. Ini harapan kami untuk bapa berdua karena NTT sedang dalam ancaman itu,” kata Romo Pius, mengingatkan.

Menangapi semua itu, Cagub Viktor Laiskodat mengatakan, karakter pemimpin yang baik itu harus punya kemampuan spiritual yang hebat, sehingga tidak gampang menyerah dan membangun harapan bagi rakyatnya dan juga terus memotivasi diri. “Pemimpin itu harus bisa membawa harapan bagi rakyatnya,” kata Viktor.

Selain itu, pemimpin juga harus punya kecerdasan untuk bisa mengelolah alam dengan kebijakan yang tepat. “Pemimpin yang mau bergaul dengan siapa saja, dan punya jaringan luas agar bisa mendatangkan uang untuk membangun NTT,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini

Viktor menambahkan, semua penderitaan rakyat itu ada bukan karena masalah uang tapi pada pemimpinnya. “Uang ada tapi pemimpin tidak punya karakter itu. Karena itu perlu ada sistem pengawasan untuk meminimalisir ketidak mampuan pemimpin itu. Pemerintah harus mempercepat mimpi semua rumah tangga dan mengadministrasikan keadilan sosial untuk seluruh rakyat,” kata Pengajar Idiologi di Partai Nasdem ini.

Ia juga mengajak semua hamba Tuhan untuk ikut membangun jiwa rakyat agar memiliki moralitas yang kuat dan etos kerja yang baik untuk bergerak maju dalam bingkai roh.
“Ini yang menggerakan kami datang ke NTT. Karena itu, mari kita kerja sama untuk mempercepat pertumbuhan NTT,” ujarnya.

Cawagub Jos Nae Soi juga menjelaskan, perlunya kerjasama antara pemerintah dan tokoh agama demi mempercepat kemajuan NTT agar bebas dari ‘setan-setan’. “Untuk itu, pada tanggal 27 Juni nanti, beri kami kuasa untuk mengusir dan mengeluarkan setan-setan dari NTT, terutama setan kemiskinan, setan kebodohan, dan setan korupsi,” kata Nae Soi.

Dalam pertemuan dengan hamba Tuhan itu, Viktor dan Nae Soi didampingi Bupati Malaka Stef Bria Seran, Ibrahim Medah, Melki Laka Lena dan Alfridis Bria Seran. (*timmedia-jdz/liser)