Nilai Tukar Petani Pada Bulan Oktober 2018 Meningkat 0,13 Persen

oleh -2.326 views

Kupang, Likuraionline.com–Nilai Tukar Petani (NTP) pada Bulan Oktober 2018 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100) terjadi peningkatan 0,13 Persen jika dibandingkan dengan NTP bulan September 2018.

Pada bulan Oktober 2018, NTP Provinsi NTT sebesar 107,49 dengan masing-masing subsektor tercatat sebesar 109,91.

Perhitungan NTP mencakup 5 subsektor yaitu subsektor padi dan palawija, subsektor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Maritje Pattywaellapia melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi Demarce M. Sabuna didampingi Kepala Bidang Statistik Produksi Sofan ketika menggelar Jumpa wartawan di Kantor BPS NTT (01/11/2018).
Demarce menjelaskan, meningkatnya Nilai Tukar Petani pada bulan Oktober 2018 menunjukkan bahwa daya beli/daya tukar meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya.
“Hal ini disebabkan pendapatan petani meningkat lebih besar dibandingkan pengeluaran petani, “katanya.
Ia menambahkan,  Nilai Tukar Petani untuk masing-masing subsektor tercatat mengalami peningkatan.
Subsektor tanaman padi -palawija tercatat sebesar 109,91, subsektor hortikultura sebesar 103,76, subsektor perkebunan rakyat sebesar 106,66, subsektor peternakan 10889 dan subsektor perikanan sebesar 109,91.
“Dari lima subsektor empat sub sektor mengalami penurunan dan satu subsektor yakni subsektor padi dan palawija mengalami peningkatan 1,33 persen.
Subsektor perikanan alami penurunan 0’86 persen,  subsektor peternakan alami penurunan 0,01 persen, subsektor perkebunan rakyat alami penurunan 0,89 persen dan subsektor hortikultura alami penurunan 0,89 persen,” katanya.
Ia menambahkan,  kebutuhan biaya produksi petani pada bulan september -oktober 2018 meningkat sebesar 0,24 persen.
Pada bulan september 2018 biaya produksi petani sebesar 114,1 sementara pada bulan oktober biaya produksi petani sebesar 114,38.
Peningkatan biaya khususnya terjadi pada seluruh subsektor seperti bibit, pupuk, obat-obatan,biaya sewa, transportasi dan penambahan modal.
“Nilai Tukar Usaha Petani bulan september -oktober juga mengalami peningkatan. Pada bulan september Nilai Tukar Usaha Petani sebesar 116,34 meningkat dibulan oktober sebesar 116,57,”katanya. (Yulius)