Kerajaan Liurai Malaka Wehali Gelar Festifal Batar Mana’ik

oleh -2.890 views

Malaka,Likuraionline.com–-Kerajaan Liurai Malaka Wehali yang berpusat di desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka gelar vestifal Batar Mana’ik yang didukung oleh kementrian pariwisata RI, Jumat 28/9/2018.

Raja Liurai Malaka Wehali ke XV, Dominikus Kaloit Teiseran dalam sambutannya mengatakan, Festival budaya Batar Mana’ik merupakan kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan oleh masyarakat adat kerajaan Liurai Malaka Wehali sejak raja Liurai yang ke III.

Raja Dominikus menambahkan, kegiatan itu bukan baru dilaksanakan tahun ini, tapi sudah dilakukan ratusan tahun yang lalu sejak masa kepemimpinan Liurai III.

Menurutnya, kegiatan Festival Batar Mana’ik sebagai penyerahan upeti dari rakyat kepada rajanya(Liurai).

Dia menjelaskan, pada waktu masa kepemimpinan Liurai ke III, terjadi kekeringan dan kelaparan yang luar biasa selama lima tahun, sehingga Liurai ke III, mengambil keputusan bersama para raja, loro dan fukun pada waktu untuk menggelar Batar Mana’ik.

Tujuannya selain sebagai upeti untuk raja Liurai, juga untuk mengantisipasi kekeringan atau kelaparan, jagung yang dikumpulkan untuk raja Liurai waktu itu, bisa dibagikan kembali kepada rakyatnya untuk digunakan sebagai bibit jagung.

Selain itu, lanjut dia, Festival batar mana’ik juga digelar sebagai ucapan syukur dari masyarakat adat atas hasil panen yang dimiliki.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran melalui asisten bagian administrasi umum Setda Malaka, Yoseph Pareira dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Festival Batar Mana’ik merupakan icon wisata adat masyarakat Malaka yang harus dijaga dan dilestarikan.

Pria yang akrab disapa Yos itu menambahkan, kegiatan ini hanya ada di NTT, khususnya di wilayah kerajaan Liurai Malaka Wehali Kabupaten Malaka, untuk itu kegiatan ini harus didukung agar menjadi icon wisata adat bagi masyarakat Malaka khususnya desa Builaran.

“Kita tetap mendukung kegiatan budaya seperti ini, sehingga keaslian budaya kita tetap utuh dan menjadi icon bagi masyarakat adat di wilayah itu.

Dia berharap, kegiatan seperti ini terus didukung oleh pemerintah pusat maupun daerah sehingga dapat menjaga kearifan lokal budaya yang ada dan dapat meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Terpisah, perwakilan kementrian Pariwisata RI, Herbin Sargi saat dikonfirmasi dilokasi kegiatan mengatakan, sebagai pemerintah pusat yang membidangi kepariwisataan, pihaknya tetap mendorong kegiatan-kegiatan wisata, seperti wisata pantai, wisata alam dan wisata adat, sehingga mampu menarik wisatawan lokal maupun manca negara untuk berkunjung ke Kabupaten Malaka.

“Kita akan tetap mendukung kegiatan-kegiatan budaya adat yang mempunyai keunikan seperti Batar Mana’ik ini, sehingga mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini,” jelasnya (dedy kalau)