Gubernur NTT dan Bupati Malaka Panen Raya Jagung di Kabupaten Malaka

oleh -3.074 views
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya didampingi Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran,MPH, Ketua Tim Pakar RPM DR.Herry Kota melakukan panen raya jagung hasil program Revolusi Pertanian (RPM) di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Senin 26/3/2018.

Malaka,Likuraionline.com—Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya didampingi Bupati Malaka dr.Stefanus Bria Seran,MPH dan ketua tim Pakar Program Revolusi Pertanian Malaka Dr.Herry Kota melakukan panen raya jagung hasil program Revolusi Pertanian (RPM) di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka, Senin 26/3/2018.

Dalam sambutannya Lebu Raya menyampaikan Apresiasi  kepada Pemerintah Kabupaten Malaka bersama pimpinan OPD serta para petani yang telah mendukung program pemerintah provinsi NTT yakni, menjadikan NTT sebagai provinsi jagung melalui Program Revolusi Pertanian Malaka.

 

Lebu Raya mengatakan, dirinya sangat  sangat bangga karena hasil panen jagung RPM di Kabupaten Malaka mencapai 6,38 ton per hektare. Hal itu menunjukan bahwa Produktivitas jagung di kabupaten Malaka sangat bagus.

Lebu Raya berpesan kepada pemerintah Kabupaten Malaka untuk sama-sama mencari pasar sehingga jagung milik masyarakat tidak saja untuk konsumsi dalam keluarga tetapi bisa dijual di pasar dengan harga yang relatif baik sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarga para petani.

“Ketika produksi jagung milik masyarakat meningkat, maka pasar sangat dibutuhkan. Karena itu perlu dicarikan pangsa pasar secara bersama-sama untuk memasarkan hasil panen jagung milik masyarakat dari Program RPM,”katanya.

Lebu Raya juga mendorong masyarakat untuk menggunakan teknologi yang sudah diberikan oleh para tim pakar serta mempertahankan sistem teknologi yang sudah didapat sehingga Kabupaten Malaka bisa menjadi tempat belajar bagi masyarakat di kabupaten lain.

Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, dalam arahannya mengatakan, program  Revolusi Pertanian Malaka yang dicanangkan oleh Bupati dan wakil Bupati Malaka bertujuan agar kedepan masyarakat Malaka berkelimpahan makanan. Selain itu, program RPM juga ada untuk mendukung tekad  Pemerintah Provinsi NTT menjadikan NTT sebagai provinsi jagung.

“Program RPM dicanangkan oleh Bupati dan wakil Bupati Malaka karena sebagian besar masyarakat Malaka atau 80 persen lebih masyarakat Malaka berprofesi sebagai petani. Semenjak duhulu, orang Malaka menyekolahkan anak-anak mereka hingga keperguruan tinggi bahkan sampai menjadi pejabat dari hasil pertanian. Karena Kabupaten Malaka merupakan daerah paling subur di pulau Timor,”tegas mantan Kepala Dinas kesehatan Provinsi NTT ini.

Ia menjelaskan,  Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) sudah berjalan dua tahun dan hasilnya sudah dirasakan masyarakat Malaka. “Definisi sederhana RPM adalah upaya yang sungguh-sungguh dan dengan cara-cara yang luar biasa dalam tempo sesingkat-singkatnya supaya masyarakat kelimpahan makanan,”katanya.(Deddy Klau)