Dukung Program Pemerintah, ChildFund Indonesia dan LPPA Belu Bangun 123 sumur di Malaka

oleh -2.897 views

Betun,LikuraiOnline. Com—–Guna mendukung program pemerintah Kabupaten Malaka tentang pelayanan air bersih kepada masyatakat Malaka, ChildFund Indonesia dan LPPA Belu membangun 123 sumur yang tersebar di enam desa di Kabupaten Malaka yakni, Desa Wehali, Kamanasa, Uma Katahan, Harekakae, Lakekun dan Desa Litamali.

Melalui pembangunan sumur ini diharapkan dapat membantu 4.840 jiwa dari 708 rumah tangga yang tersebar di enam desa tersebut.

Hal itu disampaikan Eastern Zonal Manager ChildFund Indonesia, Candra Dethan kepada media ini senin, 11/12/2018.

Candra mengatakan, Saat ini, pembangunan 123 unit sumur sudah selesai. “Kita berharap dengan dibangunnya sumur-sumur ini dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih yang layak dikonsumsi,”katanya.

Candra menambahkan, ChildFund Indonesia dan LPPA sangat mendukung program Pemerintah Kabupaten Malaka terutama untuk kesehatan lingkungan, air bersih dan sanitasi.

Ada tiga hal utama yang diharapkan dari program ini, Pertama, Kesehatan masyarakat yang lebih baik dengan memperhatikan ketersedian air bersih.

Air bersih meripakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat dalam mendukung kebersihan masyarakat, lingkungan dan sanitasi yang lebih baik serta dapat mengurangi penularan berbagai penyakit melalui air.

Kedua, Pertumbuhan ekonomi masyarakat semaki membaik karena masyarakat yang sehat akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan produktif.

Ketiga, Meningkatkan kehidupan perempuan dan anak. Selama ini ketika kesulitan air, perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling berperan.

Mereka menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menimba air. Dengan adanya akses air bersih berupa sumur maka waktu mereka untuk kegiatan produktif dan belajar menjadi lebih banyak.

Miranda de Araujo, salah satu warga Desa Lakekun yang juga penerima manfaat pembangunan sumur tersebut mengatakan, dirinya bersama warga lainnya sangat bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan sumur karena sangat memudahkan mereka untuk mendapatkan air bersih baik pada musim hujan maupun musim kemarau.

Selama ini Miranda menggunakan sumur darurat sehingga kualitas air sangat tidak baik karena keruh dan berwarna, terutama pada musim hujan. sumur-sumur di desa itu juga terkontaminasi lumpur karena genangan air.

Menurut Miranda, Saat ini, ia dan keluarga beserta beberapa tetangganya tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Ada empat rumah tangga yang menggunakan sumur tersebut dengan jumlah pengguna 24 orang. (Deddy Klau).