Deputi Gubernur BI Resmikan Galeri Tenun Ikat Praingu Prailiu

oleh -1.903 views

Waingapu,Likurakonline.com–Galeri tenun ikat kain Sumba di Kampung Adat Praingu Prailiu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (20/4) petang, diresmikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi.

Pembangunan galeri tersebut merupakan Galeri Tenun Ikat Sumba di Kampung adat Praingu Prailiu, Waingapu ini, merupakan bagian dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) ‘Dedikasi untuk Negeri’, yang peletakan batu pertamanya pada bulan Februari 2016 dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardjojo.

Rosmaya Hadi dalam sambutannya mengatakan, sejarah membuktikan bahwa ketika perekonomian negara Indonesia terpuruk pada tahun 1998 lalu, salah satu sektor perekonomian yang bertahan adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya kerajinan.

Berdasarkan kenyataan tersebut, kata Rosmaya, maka Bank Indonesia berupaya mendorong pengembangan UMKM di daerah karena tidak mau adanya stigma daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Tujuan pengembangan UMKM unggulan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, yakni, memperkuat dan menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat, salah satunya adalah sentra kerajinan tenun ikat di Kampung Adat Praingu Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ini.

“Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian tugas pokok Bank Indonesia, meningkatkan aktivitas perekonomian, memanfaatkan/mengoptimalkan potensi daerah dan mengatasi permasalahan kesenjangan ekonomi/pengentasan kemiskinan,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya program pengembangan kampung tenun ikat di Kampung Raja ini, pemberdayaan perempuan berbasis pengetahuan lokal tetang tenun ikat dapat tetap dilestarikan dan dimodifikasi menjadi berbagai produk turunan yang berkualitas dan dapat memberi nilai tambah baik secara ekonomi mapun sosial kepada perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sementara itu Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, keberadaan geleri tenun ikat ini dapat menggerakkan potensi tenun ikat yang sangat baik di Sumba Timur ini, dalam menunjang Provinsi NTT menuju predikat baru sebagai New Tourism Teritorry.

Untuk itu, kata Lebu Raya, untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah membangun galeri ini, tidak sekadar dengan menyambut tamu kita hari ini.

Akan tetapi masyarakat Kampung Adat Praingu Prailui harus menjaga dan merawat bangunan ini dengan baik, sehingga menjadi tempat yang representatif sebagai sebuah galeri.

Selain itu, kata dia, bangunan ini harus terus diisi dengan produk-produk tenun ikat dan kerajinan yang semakin bagus, semakin berkualitas, dan semakin diminati oleh orang.

“Ini harus memotivasi masyarakat di kampung adat ini untuk terus meningkatkan kualitas hasil tenunan dan juga memelihara gedung ini dengan baik karena gedung yang bagus tetapi tidak diisi dengan produk yang bagus, maka tidak ada gunanya,” kata Lebu Raya.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora dalam sekapur sirihnya mengatakan, dengan diresmikannya galeri tenun ikat ini diharapkan menambah lagi objek wisata budaya di Sumba Timur yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke daerah ini karena baru-baru salah satu tabloid mingguan Jerman, Focus menobatkan Pulau Sumba menjadi pulau terindah di dunia.

Terima kasih banyak kepada Bank Indonesia yang telah mendorong berbagai usaha ekonomi kreatif di semua kabupaten di NTT, terutama di Kabupaten Sumba Timur, di antaranya pengembangan komoditi rumput laut yang menjadi satu-satunya pabrik chip rumput laut di NTT dan kali ini geleri tenun ikat yang diresmikan.

“Diharapkan geleri ini tidak saja menjadi tempat display tenun ikat saja, tetapi menjadi pusat kegiatan seni budaya lainnya dan juga dimanfaatkan para pengrajin tenun ikat dan asesoris Sumba Timur, tak hanya milik kelompok pengrajin yang ada di Praingu Prailui saja,” kata Gidion.

Pewaris tahta adat Prailiu-Kambera Tamu Umbu Pingi Ai, sekaligus Ketua Komunitas Adat Kampung Raja Praiangu Prailiu mewakili para pengrajin tenun ikat dan asesoris yang ada di kampung tersebut dan Sumba Timur pada umumnya menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah membantu para pengerajin dengan membangun Galeri Tenun Ikat ini.

“Mewakili warga Kampung Raja Praiangu Prailiu, saya sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia atas perhatian kepada para pengerajin di Kampung Raja ini. Ini adalah bentuk konkret respons kepedulian Bank Indonesia terhadap kebutuhan masyarakat. Secara pribadi pula saya menyampaikan terima kasih tak terhingga atas dukungan BI dalam pembangunan galeri ini sebagai tempat display hasil karya para pengrajin tenun ikat dan asesoris adat Sumba,” katanya.

Tamu Umbu Pingi Ai berharap ke depan dengan pengresmian Galeri Tenun Ikat ini, bukan berarti akhir dari segalanya dan para pengrajin tenun ikat dan asesori adat Sumba dilepas berjalan sendiri, tetapi hendaknya BI, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus memberikan perhatian dan pendampingan, agar usaha yang digeluti ini dapat berkesinambungan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan perekonomian para pengrajin di Kampung Raja maupun yang ada di Sumba Timur pada umumnya.

Untuk diketahui, ikut serta dalam rombongan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi di Kampung Adat Praingu Prailui, di antaranya Gubernur NTT, Kepala Perwakilan BI NTT Naek Tigor Sinaga, Direktur Utama Bank NTT Eduardus Bria Seran, Bupati  Sumba Timur, Gidion Mbilijora, Wakil Bupati Sumba Timur,  Umbu Lili Pekuwali, Wakil Ketua DPRD Sumba Timur John David, Forkopimda NTT dan Sumba Timur, serta pejabat sejumlah bank yang ada di Sumba Timur. (liser)