BPTP NTT Terapkan Pola Tanam Jagung Double Track Untuk Petani Malaka

oleh -3.311 views

Malaka,likuraionline.com—Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT pada musim tanam II (MK I) 2018 mendampingi petani di Kabupaten Malaka dalam budidaya jagung untuk memproduksi benih.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah mengimplementasikan tata tanam jagung Double Track, yaitu dengan mengatur jarak tanam dan jumlah benih sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan optimal, dan produksinya akan maksimal.

Inovasi lainnya adalah memperkenalkan benih Varietas Unggul Baru (VUB) Lamuru label putih.

Hasil jagung untuk benih tersebut dipanen secara simbolis oleh Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, didampingi  Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Wakil ketua DPRD NTT, Alex Ofong,  Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, pimpinan perangkat daerah provinsi NTT dan Kabupaten Malaka, serta masyarakat desa Lorotolus dan sekitarnya, Sabtu, (15/9)

Pantauan di lapangan pada lahan jagung kelompok tani Wefrasuk dan Lorosae sebagai kelompok penangkar, bulir jagung yang dihasilkan sangat bagus walau selama proses pertumbuhan terutama masa pembungaan hujan tidak ada.

“Namun karena kondisi tanah dan lingkungan yang menunjang, sehingga jagung untuk benih dapat berproduksi dengan baik,” demikian penjelasan penanggungjawab lapangan Dr. Ben de Rosari.

Sementara dalam laporannya, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Hortukultura Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak menjelaskan hasil ubinan produktivitas yang dicapai 3,5 ton/ha dan luas lahan yang ditanam 10 ha, maka diprediksi akan mendapatkan benih label ungu sebanyak 30 ton, dan jumlah ini dapat ditanam untuk lahan seluas 1000 hektare.

“Hingga saat ini lahan yang sudah dibajak dengan traktor RPM seluas 3000 ha untuk MH 2018/2019, maka 30% benih sudah tersedia dan dapat disuplai sendiri oleh petani Malaka” kata Yus, sapaan akrab Kadis Pertanian Malaka.

Kepala BPTP NTT menjelaskan bahwa penangkaran benih termasuk jagung penting dilakukan, karena benih yang dihasilkan di wilayah ini memiliki daya adaptasi yang tinggi dibandingkan benih dari luar, dan kedua hal yang paling penting adalah kita menangkap peluang ekonomi benih yang besar nilainya utk kesejahteraan petani kita sendiri.

“Dana untuk pengadaan benih akan beredar dimasyarakat kita, tidak keluar dari NTT, dan itu akan menambah pendapatan dan kesejahteraan petani kita” ujar Dr. Syamsuddin.

Pada kesempatan panen simbolis ini, Gubernur NTT dan Bupati Malaka berdialog singkat para Kelompok Tani didampingi Tim Pakar RPM. (Herryklau/User)