BPJS Atambua Tetap Layani JKN – KIS Saat Mudik

oleh -2.706 views

Atambua, LikuraiOnline.com- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tetap akan melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di waktu mudik Lebaran 2018 mendatang.

Para peserta JKN-KIS yang berada di kabupaten Belu da kabupaten Malaka akan tetap berhak atas jaminan pelayanan kesehatan selama hari libur Idul Fitri dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, M Idar Aries Munandar dalam konfrensi Pers dibawah tema umum ‘Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan’, Senin (04/06/2018).

“Untuk menjamin pelayanan peserta JKN-KIS terhadap akses finansial apabila dibutuhkan selama liburan mudik, kami pelayanan kesehatan dan penjaminan layanan kesehatan akan tetap terus aktivitas”, jelas Idar.

Ada 2 aplikasi yang akan digunakan untuk memastikan akses informasi kesehatan peserta JKN-KIS selama melakukan mudik yaitu mobile JKN dan mudik BPJS Kesehatan.

“Kedua aplikasi itu fungsinya untuk pastikan kelancaran peserta dalam membutuhkan pelayanan”, tuturnya.

Dalam Mobile JKN juga dapat memperlihatkan daftar fasilitas kesehatan terdekat yang bisa di kinjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN-KIS.

Sedangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS kesehatan fasilitas kesehatan mitra BPJS kesehatan, tanya jawab BPJS kesehatan, info BPJS kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi – lokasi penting serta media sosial BPJS kesehatan.

Aries menjelaskan bahwa pemberlakuan ini hanya pada H-8 (Min delapan) sampai H+8 (Plus delapan) atau sejak tanggal 07 – 23 Juli 2018.

Ada pun bentuk pelayanan terhadap peserta JKN-KIS selama mudik 2018 yaitu pemberlakuan pelayanan kesehatan peserta selama libur lebaran tetap akan menggunakan prinsip pelayanan kesehatan.

Selain itu peserta JKN-KIS dalam dan luar daerah dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada puskesmas terdekat yang membuka pelayanan kesehatan.

“Proses pelayanan tetap pada ketentuan, kartunya harus aktif dan akan diarahkan sesuai prosedur yang berlaku”, imbuh Munandar.

Pada keadaan gawat darurat semua fasilitas kesehatan diwajibkan untuk pelayanan kesehatan wajib memberikan pelayanan penangan pertama kepada peserta JKN-KIS.

Hal penting lainnya yang disampaikan oleh M. Idar, para peserta JKN-KIS harus selalu membawa kartunya dan memastikan keaktifan kartu tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPJS Atambua, Direktur RSUD Atambua, Sekertaris Dinas Kesehata Kabupaten Belu dan para wartawan perbatasan RI-RDTL. (Ronny)