Alokasi Pupuk Bersubsidi Untuk Kabupaten Malaka Berkurang

oleh -1.909 views
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka Ir. Yustinus Nahak

Betun,Likuraonline.com—- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka Ir. Yustinus Nahak menyebutkan, jatah atau kuota pupuk subsidi yang diberikan Pemerintah Provinsi NTT untuk Malaka terlalu sedikit.

“Jumlah kuota pupuk bersubsidi yang diberikan tahun ini berkurang jauh jika dibandingkan tahun lalu.

Hal ini diungkapkan Yustinus saat ditemui media ini, beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. ‎

Ia mengatakan, Jatah tahun lalu Kabupaten Malaka, untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 900 ton. Sedangkan tahun ini kabupaten Malaka hanya mendapat jatah sebanyak 539 ton. Sedang NPK sebanyak 153 ton, ZA 29 ton, SP36 101 ton dan pupuk organik bersubsidi 92 ton.

‎Ia sendiri mengaku tidak tahu alasan mengapa kuota pupuk untuk Malaka berkurang drastis, sementara luas lahan baku untuk tanaman padi kita saat ini sekitar 11.134 Ha.

“Idealnya Malaka membutuhkan 1.650 ton urea dan 825 ton NPK. Ini jumlah yang diberikan provinsi jauh dibawah dari yang kita butuhkan,” keluh Yustinus.

Untuk mengatasi hal tersebut, Yustinus mengatakan, dalam perubahan anggaran mendatang pihaknya akan mengajukan usulan penambahan kuota pupuk ke Provinsi. Jika hal tersebut tidak berhasil, maka mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi untuk memenuhi kebutuhan pupuk.

“Kita coba usulkan penambahan kuota di perubahan nanti. Semoga saja bisa disetujui. Jika tidak, petani terpaksa harus membeli yang non subsidi,” terangnya.

Selain pupuk subsidi, Pemkab Malaka melalui intervensi program RPM telah membagikan 125 ton pupuk urea dan 51 ton pupuk NPK untuk lahan persawahan yang mendapat bantuan program RPM.

Untuk tanaman jagung, Dinas Pertanian telah membagikan 30 ton urea dan 14 ton pupuk NPK untuk petani jagung.

“Musim Tanam I (2017/2018) melalui program RPM kita bantu petani mulai dari balik lahan, benih hingga pupuk. Namun karena keterbatasan anggaran memang belum semua lahan mendapatkan intervensi program tersebut. Namun hal ini jelas sangat membantu para petani,” pungkasnya. (Deddy Klau)