Alex Riwu Kaho Dilantik Jadi Ketua POBSI NTT

oleh -2.375 views
Ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) Wempi Wetipo, SH, M.H melantik Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho sebagai Ketua POBSI NTT di Kupang, 20 November 2018

Kupang,LikuraiOnline.com–Ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar  Seluruh Indonesia (PB POBSI)  Wempi Wetipo, SH, M.H melantik Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Alexander Riwu Kaho sebagai Ketua POBSI NTT pada Selasa 20 November 2018 di Swiss Bellin Crystal Kupang.

Wempi Wetipo dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam organisasi POBSI ini tidak mengurus tentang uang tetapi lebih fokus bagaimana organisasi ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan setiap anggota POBSI.

“Saya mengakui bahwa selama masa kepemimpinan saya, konsilidasi perjalanan organisasi ini berjalan dengan sukses, meskipun saya di Papua konsolidasi dan komunikasi dengan Ketua Harian da Sekjen tetap berjalan sehingga pada saat ini saya masih bisa datang melantik langsung kepengurusan POBSI di NTT,” tandas Bupati Jayawijaya ini.

Bupati Jayawijaya dua periode ini berharap agar organisasi POBSI ini dapat berjalan dengan baik, terkontrol sehingga dapat menciptakan atlit-atlit dicabang Olahraga Biliar yang tidak kalah saing dengan daerah-daerah lain.

“Kalau bermain biliard tidak perlu sekolah tinggi. Tetapi bagaimana kita membina wadah yang sudah ada ini, untuk bisa berprestasi di tingkat Nasional dan tingkat Dunia,” ujarnya lagi.

Dia juga berharap, agar POBSI NTT segera melakukan konsolidasi dan persiapan menuju Pra PON dan PON 2020 di Papua. “Meskipun NTT adalah daerah terakhir dan baru dilantik pengurusnya, saya harap di Pra PON dan PON nanti tetap utus perwakilannya untuk berlaga disana,” harapnya.

Ketua Umum POBSI NTT, Alexander Riwu Kaho, yang baru dilantik mengatakan bahwa, Biliar merupakan olahraga yang sudah merakyat di NTT, namun kepengurusannya mungkin harus ditata kembali sehingga Biliard di NTT dapat berprestasi dalam berkompetisi di NTT maupun Indonesia.

“Saya kira NTT memiliki potensi yang banyak, karena olahraga ini tidak kemana-mana tapi ada dimana-mana. Olah raga Biliar hampir ada di setiap Kelurahan, Kecamatan dan Kota. Biliard ini bukan saja olahraga melainkan hiburan dan juga menjadi media untuk orang bertemu dan bersilahturahmi,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, Biliar di NTT bisa mempunyai wadah pengurus dengan melakukan konsolidasi ke seluruh kabupaten dan kota sehingga ada penataan yang jauh lebih baik. Pengurus tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari pemerintah Provinsi, Kabupaten dan kota serta KONI maupun seluruh masyarakat NTT yang peduli pada olahraga biliard ini.

Pada kesempatan itu, dia menyebutkan bahwa sebagai fasilitas persiapan untuk menuju pada pertandingan-pertandingan sekelas Pra PON dan PON, saat ini pemerintah Kota Kupang telah menyediakan kurang lebih 15 Meja Biliar untuk berlatih dan perlombaan.

Sementara Wakil Ketua KONI NTT, George Hadjoh mengatakan bahwa, Biliard di NTT apabila diorganisir secara baik, akan menunjukan kelas yang tidak kalah saing dengan Biliard yang ada di luar NTT yaitu Indonesia lain.

Para atlit Biliar dibutuhkan keseriusan dalam berlatih. Harus memiliki ketenangan dan bermain menggunakan rasa atau hati serta keseimbangan spiritual sehingga ketika menjadi hebat dalam permainan biliar ini tidak angkuh, yang berakibat pada kurangnya pengendalian diri dalam bermain.

George meminta agar pengurus POBSI NTT yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi organisasi sampai di tingkat Kabupaten dan kota. “Pak Ketua PB POBSI tidak salah lantik orang, Pak Alex ini salah satu Direksi di Bank NTT yang memiliki semangat juang tinggi. Beliau adalah pemuda enerjik yang saya yakin mampu melakukan konsolidasi dengan baik untuk membawa Biliar NTT menjadi berprestasi,” pungkas George kepada Wempi.

Dia juga menyampaikan agar kepengurusan ini perlu ada koordinasi dan komunikasi dengan KONI, sehingga secara mendalam semua pengurus yang baru dilantik dapat mengetahui aturan-aturan main yang ada di KONI termasuk mempersiapkan atlit-atlit untuk menghadapi Pra PON tahun 2019 mendatang. (*ntt-news.com/Liser)