Dua Kecamatan di Kabupaten Belu Rawan Longsor

oleh -2.644 views

Atambua, LikuraiOnline.com-
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, Alfonsius Kehi kepada wartawan menjelaskan, terdapat dua Kecamatan di Kabupaten Belu, Provinsi NTT  masing-masing Kecamatan Raimanuk dan Kecamatan Lamaknen  rawan longsor.

“Berdasarkan hasil BMKG kedua daerah tersebut sangat rawan longsor”,ungkap Alfonsius Kehi kepada wartawan  Rabu (25/07/2018).

Ia mengatakan, masyarakat di dua Kecamatan tersebut pada bulan Oktober sampai April mesti waspada karena di tenggang waktu itu adanya gerakan pergeseran bawah tanah.

Alfonsius mengatakan informasi ramalan cuaca dari  BMKG selalu tepat.  Buktinya pada bulan Februari tahun 2017 yang lalu terjadinya bencana tersebut di Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

Diceritakan bahwa dengan kejadian tersebut ada rumah-rumah yang tenggelam 2 sampai 3 meter serta badan jalan yang amblas akibat patahan di tengah pemukiman warga.

Disampaikan bahwa melihat kejadian tersebut maka di desa Fulur sendiri, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) dan BPBD Belu telah memasang alat deteksi longsor.

Alat tersebut berfungsi saat ada gerakan pergeseran bawah tanah maka sirene akan berbunyi sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat segera mengevakuasi diri.

Disampaikan bahwa keadaan tersebut masyarakat sekitaran sudah tahu mereka harus mengevakuasikan diri ke tempat yang aman sembari menunggu evakuasi dari petugas.

Hal itu karena sudah disimulasikan sejak tahun yang lalu agar masyarakat sudah sigap terhadap bencana longsor yang terjadi disana.

Ditambahkan bahwa hampir semua masyarakat di desa Fulur sudah dilatih secara khusus untuk mengevakuasi saat terjadinya bencana longsoran tersebut.

“Di desa Fulur, masyarakat sudah dilatih evakuasinya secara mandiri sehingga diarahkan ke tempat yang aman”, jelas Alfonsius.

Selain terpasang di daerah Fulur, alat itu juga terpasang di kantor BPDB Belu sehingga jika terjadi pergeseran tanah maka akan segera dilaporkan ke pusat.

Sebagai kepala BPBD Kabupaten Belu, dirinya sangat mengharapkan untuk tingkat mewaspadai bencana yang baik dari masyarakat sehingga walaupun terjadi bencana di daerah Belu tidak akan sampai jatuh korban.

“Alat itu juga sebagai fungsi peringatan dini bagi masyarakat sehingga walaupun terjadi bencana, tidak akan sampai jatuh korban”, imbuh Kehi. (Ronny Christian)